internasional

Harga Emas Tertekan Usai Gencatan Perang Dagang AS-Tiongkok, Investor Beralih ke Aset Risiko

Selasa, 13 Mei 2025 | 10:56 WIB
Pemandangan menunjukkan batangan emas murni 99,99 persen di ruang kerja selama produksi di pabrik logam mulia Krastsvetmet di kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 23 Mei 2024. Source FOTO: Reuters

Pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya dari The Fed. Para pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 55 basis poin pada tahun ini, kemungkinan dimulai pada bulan September.

Baca Juga: Perang Dagang AS–China Mulai Mencair, Kedua Negara Sepakat Pangkas Tarif Impor Selama 90 Hari

Prediksi dan Sentimen Pasar ke Depan

 

Meski harga emas mengalami tekanan, sebagian analis masih melihat adanya peluang pembelian saat harga mengalami penurunan. “Risiko ekonomi dan geopolitik belum sepenuhnya mereda, sehingga emas masih memiliki daya tarik di mata investor,” tambah Waterer.

Baca Juga: Trump Tarik Diri dari Jalur Damai, AS-Ukraina Kunci Aliansi Ekonomi dan Militer

Sementara itu, Citi memperkirakan harga emas akan berada dalam fase konsolidasi jangka pendek di kisaran $3.000–$3.300, dan menurunkan proyeksi harga untuk 0–3 bulan ke depan menjadi $3.150 per ons.

Baca Juga: Ribuan Umat Buddha Ikuti Kirab Waisak 2025, Menyusuri Jalan Suci dari Candi Mendut ke Borobudur

Logam Mulia Lainnya Ikut Bergerak

 

Harga perak naik 0,6% menjadi $32,78 per ons.

 

Platina meningkat 0,8% ke level $982,70 per ons.

 

Palladium justru turun 0,4% ke $942,19 per ons.

Halaman:

Tags

Terkini