internasional

AS-China Sepakat Pangkas Tarif, Dunia Lega: Perang Dagang Mereda, Pemisahan Ekonomi Dibatalkan

Selasa, 13 Mei 2025 | 10:45 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto : Instagram Donald Trump)

JENEWA, METROSELEBES.COM – Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China mulai mereda setelah kedua negara sepakat memangkas tarif impor tinggi yang sempat memicu gejolak pasar global.

Dalam pertemuan bilateral yang digelar di Jenewa, Swiss, Senin (12/5/2025), kedua pihak juga sepakat untuk tidak melanjutkan skenario pemisahan ekonomi total atau decoupling.

Baca Juga: Nico Williams & Lamine Yamal: Sahabat di Timnas, Duet Mematikan Jika Bersatu di Barcelona?

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyebut kesepakatan ini sebagai langkah penting untuk menyelamatkan perdagangan global yang selama ini terhambat oleh kebijakan tarif agresif.

“Tarif yang sangat tinggi itu pada dasarnya menyerupai embargo. Tidak ada yang menginginkan itu. Kita menginginkan perdagangan,” kata Greer, dikutip dari Reuters.

Dalam kesepakatan tersebut, AS sementara memangkas tarif atas produk asal China dari 145 persen menjadi 30 persen.

Baca Juga: Langkah Mengejutkan Hamas: Bebaskan Tentara AS di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza

Sebagai balasan, China juga menurunkan tarif atas barang-barang asal AS dari 125 persen menjadi 10 persen. Kebijakan ini akan berlaku selama 90 hari ke depan.

Kesepakatan ini disebut menjadi angin segar bagi ekonomi global, setelah perang dagang kedua negara dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan kerugian perdagangan hingga USD 600 miliar atau sekitar Rp9.600 triliun.

Baca Juga: Perang Dagang AS–China Mulai Mencair, Kedua Negara Sepakat Pangkas Tarif Impor Selama 90 Hari

Dampaknya terasa luas, mulai dari terganggunya rantai pasok dunia, meningkatnya PHK, hingga kekhawatiran akan stagflasi.

Pertemuan di Jenewa ini juga menjadi yang pertama antara pejabat ekonomi senior AS dan China sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat dan melanjutkan kebijakan proteksionisnya.

Meski pemangkasan tarif belum mencakup seluruh sektor, AS tetap mempertahankan penyesuaian tarif strategis pada sektor-sektor penting seperti obat-obatan, semikonduktor, dan baja.

Baca Juga: Pemerintah Afghanistan Resmi Larang Catur; Federasi Dibubarkan, Pecatur Terkejut

Halaman:

Tags

Terkini