Inti berita:
• Delapan media anggota Promedia Group diserang DDoS dalam sepekan terakhir.
• Serangan diduga menyasar artikel yang memuat pemberitaan dugaan korupsi.
• Promedia mengumpulkan bukti digital dan mempertimbangkan langkah hukum.
METROSELEBES.com, JAKARTA – Gelombang serangan siber menerpa sejumlah media online yang belakangan aktif menayangkan laporan dugaan kasus korupsi. Dalam kurun waktu sepekan, delapan media yang tergabung dalam jaringan Promedia Group dilaporkan mengalami serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dengan intensitas tinggi.
Serangan tersebut disebut tidak hanya menargetkan situs secara keseluruhan, tetapi juga mengarah pada sejumlah artikel tertentu. Beberapa konten yang menjadi sasaran diketahui berkaitan dengan pemberitaan dugaan tindak pidana korupsi yang tengah menjadi perhatian publik.
Media yang terdampak antara lain Riausatu.com, Sawitku.id, Jatimnetwork.com, Suara Merdeka Solo, Berita Senator, Kabarindo, Alifnews, serta Poros Jakarta. Akibat serangan itu, akses ke sejumlah halaman sempat mengalami gangguan meski layanan media secara umum tetap dapat dipulihkan.
CEO Promedia Group Agus Sulistriyono mengatakan pihaknya menemukan pola yang dinilai tidak lazim sehingga tidak dapat langsung dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan keterkaitan dengan pemberitaan tertentu masih perlu didalami lebih lanjut.
“Kalau ada pihak yang keberatan terhadap sebuah berita, gunakan mekanisme yang tersedia seperti hak jawab atau menghubungi redaksi. Jangan menggunakan cara-cara yang melanggar hukum,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi Promedia Group Rahmad Maulana mengungkapkan bahwa selama tujuh hari terakhir sistem mereka menerima lebih dari 160 juta request yang teridentifikasi sebagai bagian dari serangan. Salah satu yang terbesar tercatat menimpa Poros Jakarta dengan sekitar 32 juta request dalam satu gelombang serangan.
Baca juga: Messi Belum Habis! Dari Penalti Gagal hingga Pecahkan Rekor Dunia di Piala Dunia 2026