PDRM Puji Polri Bongkar 26 Kg Narkoba, Pertanyakan Sistem yang Bikin Pilot Malaysia Terendus di Soetta

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:13 WIB
 PDRM memuji Polri setelah menggagalkan penyelundupan sekitar 26 kg narkoba oleh pilot Malaysia di Bandara Soetta. (Dok.Threads@forefront_sphere)
PDRM memuji Polri setelah menggagalkan penyelundupan sekitar 26 kg narkoba oleh pilot Malaysia di Bandara Soetta. (Dok.Threads@forefront_sphere)

Inti berita:

PDRM mengapresiasi keberhasilan Polri membongkar penyelundupan sekitar 25-26 kg narkoba oleh pilot asal Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta.

• Mereka penasaran dan bertanya metode pemeriksaan yang membuat barang tersebut terdeteksi di Indonesia setelah lolos dari KLIA.

 

MetroSelebes.com, KUALA LUMPUR – Sebuah koper yang sebelumnya berhasil melewati pemeriksaan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) justru menjadi titik awal terbongkarnya dugaan penyelundupan narkotika ketika tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Barang bawaan seorang pilot asal Malaysia itu terdeteksi tim gabungan Polri dan Bea Cukai hingga mengungkap dugaan jaringan narkoba lintas negara.

Keberhasilan tersebut menarik perhatian Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM). Bukan hanya karena tersangka merupakan kru pesawat asal Malaysia, tetapi juga karena barang terlarang dengan berat sekitar 25-26 kilogram itu disebut dapat melewati pemeriksaan di Malaysia sebelum akhirnya terendus aparat Indonesia.

Baca juga: Wajah Trump dan MBS Ditempel di Tong Sampah Baghdad, Aksi Protes Ini Bikin Geger 

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman PDRM, Datuk Hussein Omar Khan, mengaku pihaknya tengah mempelajari metode yang digunakan Polri dalam mengungkap kasus tersebut. Menurut dia, penting bagi Malaysia mengetahui faktor yang membuat narkotika yang lolos dari pemeriksaan di KLIA justru dapat terdeteksi setelah tiba di Indonesia.

“Kami sedang mempelajari metode yang digunakan oleh Polri. Apakah keberhasilan pengungkapan ini lewat sistem penyaringan (screening), pemeriksaan fisik secara langsung, kombinasi keduanya, atau murni hasil dari analisis intelijen,” ujar Datuk Hussein Omar Khan dalam konferensi pers di Kuala Lumpur.

Baca juga: Diduga Sebar Hoaks dan Ujaran Kebencian, Pemilik Akun TikTok Devi Mahadiva Ditangkap Polisi 

Pertanyaan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi PDRM. Hussein mengatakan pihaknya juga tengah menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan oknum petugas keamanan di bandara Malaysia yang diduga membantu mempermudah perjalanan pilot tersebut hingga dapat membawa barang terlarang menuju Indonesia.

Dari sisi Indonesia, keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan berlapis di pintu masuk internasional. Tim gabungan Bareskrim Polri dan Bea Cukai disebut berhasil mendeteksi koper yang dibawa sang pilot setelah pesawat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, meski barang bawaan tersebut sebelumnya dikabarkan lolos dari pemeriksaan di KLIA.

Baca juga: Viral Penumpang Transjakarta Diturunkan karena Bau Menyengat, Ternyata Tunawisma dan Langsung Ditangani Dinsos 

Kasus tersebut kini menjadi perhatian bersama karena dugaan penyelundupan melibatkan jalur penerbangan internasional dan kru maskapai. Polri dan PDRM pun terus berkoordinasi untuk menelusuri jaringan yang berada di balik pengiriman narkotika tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam perjalanan barang haram itu dari Malaysia menuju Indonesia. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X