Inti berita:
• Penemuan 995 senjata api dan perlengkapan pembuat peluru di sebuah ruangan sekolah swasta di Kebayoran Lama bermula saat yayasan hendak membuka ruang untuk kebutuhan murid.
• Tak hanya itu, petugas juga mengamankan narkotika, dan beberapa kepingan VCD porno, bahkan diduga kuat ada ruang rahasia di bawah bangunan.
• Kasus tersebut kini dalam penyelidikan kepolisian guna mengungkap asal-usul dan legalitas seluruh barang yang ditemukan.
METROSELEBES.com, JAKARTA -- Lapisan debu menutupi ruangan yang telah lama terkunci di lingkungan sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Banyak orang menduga isinya hanya arsip, buku-buku lama, atau peralatan sekolah yang tak lagi digunakan. Kenyataannya jauh berbeda. Saat pintu akhirnya dibuka, ruangan itu justru menyimpan ratusan senjata api, amunisi, dan VCD porno.
Bermula dari rencana sederhana untuk membuka kembali sebuah ruangan yang akan dimanfaatkan bagi kebutuhan para murid, seketika berubah menjadi temuan mengejutkan semua pihak. Saat ruangan itu diperiksa, pihak yayasan justru menemukan ratusan senjata api beserta perlengkapan lain yang kini menjadi perhatian aparat kepolisian.
Baca juga: Jaringan Senpi Ilegal dari Filipina Digagalkan di Halmahera Utara, Diduga Hendak Dipasok ke Papua
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan bahwa penemuan tersebut bermula ketika pengurus hendak mengakses ruangan yang sebelumnya tidak digunakan. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari penataan fasilitas sekolah agar dapat dimanfaatkan kembali untuk aktivitas pendidikan.
Ketika pintu ruangan berhasil dibuka, pengurus yayasan mendapati tumpukan senjata api dalam jumlah sangat besar. Berdasarkan hasil pendataan awal, ditemukan sebanyak 995 pucuk senjata api jenis genggam, yang kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Tak hanya itu, di lokasi juga ditemukan satu pucuk senjata jenis shotgun kaliber 12/70. "Jumlah senjata genggam itu 995. Lalu shotgun-nya satu, kaliber 12/70," kata Untung Sangaji saat menjelaskan hasil temuan tersebut.
Proses pemeriksaan bersama aparat turut mengungkap berbagai perlengkapan senjata lainnya, di antaranya magazine jenis Glock berkapasitas 30 peluru, senjata merek Walther, senjata kaliber 22, magazine untuk senjata jenis M4, hingga alat yang diduga digunakan untuk membuat atau merakit peluru secara ilegal, termasuk narkoba dan VCD pornografi.
Baca juga: KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina, Negara Rugi Rp322,18 Miliar
Artikel Terkait
KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina, Negara Rugi Rp322,18 Miliar
Konten Live Berujung Maut, Kreator Digital Tewas Ditembak Saat Siaran Langsung di Meksiko
PHK 1.900 Karyawan PT GNI Dimulai Bertahap, Efisiensi Perusahaan Picu Kekhawatiran Nasib Ribuan Pekerja
Usai Ramai Dipersoalkan, Dokter Tamara Jasmine Sampaikan Permintaan Maaf dan Bantah Komentarnya Ditujukan kepada Almarhum Yurizal
Jaringan Senpi Ilegal dari Filipina Digagalkan di Halmahera Utara, Diduga Hendak Dipasok ke Papua