Di tengah kondisi itu, muncul dugaan adanya pihak ketiga yang ikut bermain dalam distribusi tiket. Pihak ketiga tersebut disebut-sebut mengatasnamakan agen perjalanan atau travel untuk memperoleh tiket, kemudian menjualnya kembali kepada calon penumpang dengan harga lebih tinggi. Namun, dugaan keterlibatan oknum Pelni maupun praktik percaloan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari manajemen Pelni.
Upaya konfirmasi dilakukan METROSELEBES.com ke Kantor Pelni Cabang Makassar. Berdasarkan keterangan petugas keamanan, kepala cabang yang disebut baru menggantikan Darman sedang tidak berada di kantor. Kepala bagian operasi juga disebut tidak berada di tempat sehingga belum diperoleh penjelasan mengenai mekanisme penjualan tiket non-sit maupun dugaan keterlibatan pihak ketiga. "Bapak tidak ada di tempat," ujar sekuriti singkat.
Keluhan tersebut diharapkan mendapat perhatian manajemen PT Pelni, terutama terkait transparansi distribusi tiket ketika tiket resmi dinyatakan habis. Penjelasan mengenai kuota tiket non-sit, mekanisme penjualan kepada agen atau pihak ketiga, serta harga yang berlaku penting diberikan agar calon penumpang tidak dirugikan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pelni Cabang Makassar belum memberikan tanggapan resmi atas persoalan tersebut. (*)
(Ram/Sam)
Artikel Terkait
Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat, Kesal Kerap Jadi Bahan Olokan
Detik-Detik Ayah Elius Tahan Tangis Saksikan 41 Adegan Rekonstruksi, Emosi Keluarga Meledak
Sutrimo Meninggal Dunia, Keluarga Febrie Adriansyah Bantah Isu Karumga dan Minta Spekulasi Dihentikan
Silatnas I KRKB Karaeng Poddo Daeng Manarang Pererat Jejaring Keluarga di Kajang
Fahira Amira Ungkap Beda Diagnosis Usus Buntu, Nalar Rawat Pertanyakan Kronologi hingga Dugaan Endorse