Tiket Non-Sit KM Dorolonda Diduga Dijual Lebih Mahal, Penumpang Keluhkan Jalur Pihak Ketiga

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:17 WIB
Tiket non-sit KM Dorolonda tujuan Nabire disebut ditawarkan lebih mahal melalui pihak ketiga. Penumpang meminta Pelni memberi penjelasan. (Dok.Metroselebes.com/Ramli)
Tiket non-sit KM Dorolonda tujuan Nabire disebut ditawarkan lebih mahal melalui pihak ketiga. Penumpang meminta Pelni memberi penjelasan. (Dok.Metroselebes.com/Ramli)

Di tengah kondisi itu, muncul dugaan adanya pihak ketiga yang ikut bermain dalam distribusi tiket. Pihak ketiga tersebut disebut-sebut mengatasnamakan agen perjalanan atau travel untuk memperoleh tiket, kemudian menjualnya kembali kepada calon penumpang dengan harga lebih tinggi. Namun, dugaan keterlibatan oknum Pelni maupun praktik percaloan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari manajemen Pelni.

Upaya konfirmasi dilakukan METROSELEBES.com ke Kantor Pelni Cabang Makassar. Berdasarkan keterangan petugas keamanan, kepala cabang yang disebut baru menggantikan Darman sedang tidak berada di kantor. Kepala bagian operasi juga disebut tidak berada di tempat sehingga belum diperoleh penjelasan mengenai mekanisme penjualan tiket non-sit maupun dugaan keterlibatan pihak ketiga. "Bapak tidak ada di tempat," ujar sekuriti singkat.

Baca juga: Fahira Amira Ungkap Beda Diagnosis Usus Buntu, Nalar Rawat Pertanyakan Kronologi hingga Dugaan Endorse 

Keluhan tersebut diharapkan mendapat perhatian manajemen PT Pelni, terutama terkait transparansi distribusi tiket ketika tiket resmi dinyatakan habis. Penjelasan mengenai kuota tiket non-sit, mekanisme penjualan kepada agen atau pihak ketiga, serta harga yang berlaku penting diberikan agar calon penumpang tidak dirugikan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pelni Cabang Makassar belum memberikan tanggapan resmi atas persoalan tersebut. (*)

(Ram/Sam)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X