Inti berita:
• Konten Fahira Amira tentang perbedaan hasil pemeriksaan usus buntu memicu sorotan Nalar Rawat yang meminta klarifikasi terkait kronologi medis.
• Perbedaan ini diduga ada kaitannya dengan komersial, sementara Fahira menegaskan konten tersebut merupakan pengalaman pribadinya.
METROSELEBES.com, JAKARTA – Sebuah pengalaman mencari kepastian medis di dua negara berubah menjadi sorotan publik setelah selebgram Fahira Amira membagikan cerita tentang perbedaan hasil pemeriksaan yang diterimanya. Konten mengenai diagnosis usus buntu di Indonesia dan hasil pemeriksaan di Penang, Malaysia, itu kemudian memantik tanggapan dari sejumlah dokter hingga organisasi kesehatan Nalar Rawat.
Fahira sebelumnya mengaku mendapat diagnosis usus buntu dari tiga rumah sakit di Indonesia setelah mengalami demam tinggi, nyeri perut sebelah kanan, dan muntah-muntah. Ia menyebut hasil USG menunjukkan appendix berukuran 8,1 milimeter dan mendapat saran menjalani operasi, sebelum akhirnya memilih mencari second opinion di Island Hospital, Penang.
Baca juga: Misteri Kematian Sutrimo Mengarah ke Banyak Spekulasi, Nama Haji Isam Ikut Terseret?
Namun, hasil CT scan di Penang disebut menunjukkan kondisi appendix tampak normal tanpa tanda peradangan. Fahira kemudian menyampaikan bahwa dirinya tidak memerlukan operasi dan menjelaskan bahwa unggahan tersebut merupakan pengalaman pribadi, bukan untuk menyalahkan tenaga medis atau rumah sakit tertentu.
Sorotan kian melebar setelah Nalar Rawat meminta Fahira memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai rangkaian pemeriksaan yang dilakukan di tiga rumah sakit di Indonesia. Organisasi tersebut juga meminta data medis dan kronologi pemeriksaan agar perbedaan hasil diagnosis yang disampaikan kepada publik dapat dipahami secara utuh.
Baca juga: Pasien RS Awal Bros Botania Batam Meninggal Dunia Setelah 14 Hari Koma, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Selain persoalan medis, Nalar Rawat mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan komersial dalam konten pertama Fahira. Mereka meminta klarifikasi apakah terdapat endorsement, sponsorship, barter layanan, paid partnership, reimbursement, fasilitas perjalanan, atau bentuk kerja sama lain dengan Island Hospital maupun pihak yang mewakilinya. Nalar Rawat menyatakan memberikan waktu 3x24 jam untuk memperoleh klarifikasi substantif.
Baca juga: Silatnas I KRKB Karaeng Poddo Daeng Manarang Pererat Jejaring Keluarga di Kajang
Di sisi lain, Fahira telah memberikan penjelasan melalui unggahan terbarunya. Ia menyampaikan permintaan maaf apabila cerita sebelumnya menyinggung pihak tertentu dan menegaskan bahwa konten tersebut dibuat berdasarkan pengalaman yang dialaminya. “Ini murni pengalaman pribadiku, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun. Jangan takut bertanya dan mencari second opinion jika memang diperlukan. Setiap kondisi pasien berbeda,” kata Fahira, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca juga: Kasasi Ditolak MA, Vonis Mati Herry Wirawan Tetap Mengikat
Artikel Terkait
Henry Sumurung Raih Doktor IPB, Teliti Alasan Gen Z Tak Loyal pada Satu Dompet Digital
Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat, Kesal Kerap Jadi Bahan Olokan
Detik-Detik Ayah Elius Tahan Tangis Saksikan 41 Adegan Rekonstruksi, Emosi Keluarga Meledak
Sutrimo Meninggal Dunia, Keluarga Febrie Adriansyah Bantah Isu Karumga dan Minta Spekulasi Dihentikan
Silatnas I KRKB Karaeng Poddo Daeng Manarang Pererat Jejaring Keluarga di Kajang