Inti berita:
• Fakultas Farmasi UMI merayakan 25 tahun perjalanan dengan refleksi kebersamaan.
• Komitmen memasuki babak baru yang lebih transformatif dan inovatif dalam keilmuan kesehatan.
METROSELEBES.com, MAKASSAR - Seperempat abad bukan waktu yang singkat. Di dalamnya tersimpan jejak panjang tentang bagaimana Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) tumbuh, melewati berbagai perubahan, dan terus menjaga semangat untuk menghadirkan pendidikan serta keilmuan kesehatan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Farmasi UMI resmi lahir pada 26 September 2001. Sejak saat itu, perjalanan akademiknya diwarnai pertemuan antara dosen, mahasiswa dan alumni yang bersama-sama membangun tradisi keilmuan. Ruang kelas menjadi tempat bertemunya pengetahuan dan mimpi, sementara pengalaman yang diperoleh selama berada di kampus menjadi bekal bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.
Baca juga: QS Ranking Jadi Pemantik, FH Unhas dan BINUS University Siapkan Kolaborasi Riset Bertaraf Global
Memasuki usia ke-25, Fakultas Farmasi UMI menggelar peringatan milad di Auditorium Al-Jibra Universitas Muslim Indonesia, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UMI bersama seluruh jajaran, Ketua Yayasan UMI beserta jajaran, para dekan seluruh fakultas di lingkungan UMI, serta sivitas akademika Universitas Muslim Indonesia.
Dekan Fakultas Farmasi UMI, Prof. apt. Aktsar Roskiana Achmad, M.Farm., Ph.D., mengatakan usia 25 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan sekaligus menyiapkan langkah berikutnya. “Masa 25 tahun merupakan peta jalan bagi kami untuk lebih transformatif dan inovatif dalam menjangkau ruang paradigma dalam eksistensi peradaban pengetahuan,” ujar Aktsar.
Menurutnya, perjalanan sebuah fakultas tidak semata-mata diukur dari keberadaan gedung maupun capaian yang tercatat dalam laporan. Lebih dari itu, ada manusia yang menjadi bagian penting dari proses tersebut, mulai dari dosen, mahasiswa hingga alumni yang meneruskan cerita dan pengalaman Farmasi UMI dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“25 tahun bukan akhir dari cerita, melainkan awal dari babak baru. Masih ada banyak mimpi yang ingin diwujudkan, banyak inovasi yang ingin diciptakan, dan banyak kontribusi yang ingin diberikan,” kata Aktsar. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa perjalanan seperempat abad Farmasi UMI tidak berhenti pada perayaan, tetapi diarahkan untuk menghadapi perubahan dan tantangan keilmuan kesehatan di masa mendatang.
Baca juga: 15 Bank Rontok, OJK Bongkar Penyebab hingga Mekanisme Pengembalian Dana Nasabah
Momentum milad kemudian menjadi refleksi tentang pentingnya kebersamaan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Farmasi UMI. “Farmasi UMI hari ini lahir dalam sebuah cerita kebersamaan. Mari terus bertumbuh, mari terus berproses. 25 tahun bukan lagi usia yang belia, mari terus menciptakan cerita baru bersama peradaban keilmuan kesehatan dunia,” tutur Aktsar. (*)
Artikel Terkait
Relawan Gibran Ajukan Amicus Curiae, Persoalkan Kewenangan MK soal Ijazah
HT Jadi Tersangka, Kortastipidkor Dalami Peran Pihak Lain dan Buka Peluang Tersangka Baru
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, PDIP Kehilangan Sosok Seniman dan Pejuang Partai
Operasi Maraton DVI KM Virgo Transport 8, 25 Jenazah Berhasil Diidentifikasi
15 Bank Rontok, OJK Bongkar Penyebab hingga Mekanisme Pengembalian Dana Nasabah