Inti berita:
• Ruang tunggu bawah Pelabuhan Pamatata Selayar dalam kondisi memprihatinkan dengan plafon jebol, kabel listrik menjuntai, area kotor, kursi minim, colokan berkarat, serta tanpa toilet dan aliran listrik memadai.
• Akibatnya, penumpang tak nyaman dengan kondisi ruang tunggu terbuka, ini perlu perhatian dan penanganan pihak-pihak terkait.
METROSELEBES.com, SELAYAR – Modernisasi memang mulai menyentuh Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar. Namun, ketika terminal utama di bagian atas perlahan berbenah dengan sistem digitalisasi, calon penumpang yang menunggu di bawah justru disuguhi kondisi yang jauh berbeda: plafon jebol, lantai berdebu, kursi minim, hingga fasilitas listrik yang tak berfungsi.
Pantauan METROSELEBES.com, Selasa (1/9/2026), memperlihatkan ruang tunggu bawah yang berada tepat di dekat dermaga tambatan kapal feri dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah bagian plafon telah runtuh dan menyisakan rangka atap serta material seng yang terlihat terbuka. Bahkan, beberapa sisa plafon masih menggantung dan tampak rapuh sehingga berpotensi jatuh ketika tertiup angin atau mengalami getaran.
Tak kalah mengkhawatirkan, kabel instalasi listrik terlihat menjuntai tanpa penataan yang memadai di area terbuka. Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena ruang tunggu berada di kawasan yang terpapar udara dan uap air laut. Di sejumlah titik, lubang colokan listrik juga tampak berkarat akibat korosi sehingga fasilitas pengisian daya telepon seluler tidak dapat dimanfaatkan.
Kursi Tunggu Standar Dipertanyakan
Bagi penumpang dan pengantar pada rute Bulukumba-Selayar, persoalan itu bukan sekadar soal tampilan. Ruang tunggu terlihat kotor dan berdebu, sementara kursi tunggu standar hampir tidak tersedia. Mereka yang hendak menanti kapal akhirnya menggunakan bangku beton permanen dengan kapasitas terbatas, bahkan sebagian terpaksa duduk langsung di lantai semen di sisi kanan dan kiri ruangan.
Baca juga: Mahfud MD Bongkar Peta Politik Jokowi-Prabowo, RUU Perampasan Aset Jadi Titik Panas
“Kalau menunggu lama, tentu tidak nyaman. Apalagi kursinya terbatas dan kondisi tempatnya seperti ini,” ujar Ratna, seorang pengguna jasa yang ditemui di sekitar ruang tunggu terbuka, Selasa (1/9/2016). Menurutnya, fasilitas dasar semestinya tetap menjadi perhatian karena area tersebut masih digunakan penumpang sebelum maupun sesudah proses naik-turun kapal feri.
Masalah lain muncul ketika penumpang membutuhkan fasilitas sanitasi. Ruang tunggu bawah tersebut tidak memiliki MCK atau toilet di dalam area, sehingga pengguna jasa harus keluar dan berjalan menuju toilet yang lokasinya terpisah. Kondisi ini terasa kontras dengan fungsi ruang tunggu yang seharusnya menjadi tempat penumpang beristirahat sambil menunggu kapal bersandar atau diberangkatkan.
Baca juga: Menepis Rumor Liar Netizen, Ini Fakta Perjalanan Cinta Aisyah Thisia dan Agustiar Sabran
Artikel Terkait
Diduga Tekanan Bisnis Menghantam Afiliasi Semen Tonasa, Tonasa Lines dan Topabiring Disebut Mulai Kesulitan
Messi Resmi Tinggalkan Timnas Argentina, Ada Pesan Mengharukan Usai 20 Tahun Berjuang
Menepis Rumor Liar Netizen, Ini Fakta Perjalanan Cinta Aisyah Thisia dan Agustiar Sabran
Mahfud MD Bongkar Peta Politik Jokowi-Prabowo, RUU Perampasan Aset Jadi Titik Panas
Lima Bulan Pimpin Satreskrim Polres Bulukumba, Begini Rekam Jejak dan Gebrakan AKP Dr. Andi Imran Hamid, M.M.