Dalam bidang ekonomi syariah, LDII mendorong ekonomi berbasis masjid. Ia berharap DIY dapat menjadi pusat kebutuhan sehari-hari melalui masjid, dengan kerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Chriswanto mengingatkan bahwa DIY adalah provinsi pertama yang menggelar Rakerwil setelah Rakernas LDII 2023 pada 7-9 November 2023 lalu.
"Melalui Rakerwil ini, program kerja LDII diharapkan bersinergi dengan pemerintah untuk manfaat warga LDII dan masyarakat pada umumnya," pungkasnya.
Di tengah konflik di Gaza, Chriswanto menegaskan bahwa LDII mendukung kemerdekaan Palestina. "Kami merasa perlu dan terpukul karena sebagai bangsa yang pernah dijajah, kami merasakan penderitaan di bawah penjajahan," katanya. Rakerwil LDII DIY 2023 dibuka resmi oleh Ketum DPP LDII dengan pemukulan gong.
Ketua DPW LDII DIY Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU., menyatakan bahwa Rakerwil LDII DIY 2023 diselenggarakan untuk mempertajam dan mengevaluasi program kerja yang sudah berjalan.
"Dua tahun setelah dilantik, kami ingin mengevaluasi dan menajamkan program kerja serta menindaklanjuti hasil Rakernas yang dibuka Presiden Jokowi. Dari 8 bidang pengabdian, LDII DIY memiliki 4 bidang unggulan yaitu lingkungan hidup, ekonomi syariah, pendidikan, dan kebangsaan," katanya.
Atus dalam sambutan pembukaan mengingatkan kembali fungsi masjid dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, "Rakerwil LDII DIY dilaksanakan di aula Masjid Al Fattah untuk mengingatkan fungsi strategis masjid, sebagaimana era Rasulullah dan para khalifah," katanya.
Di masjid ini, lanjut Atus, dalam mendukung ekonomi masyarakat terdapat Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Perempuan Budi Pekerti Luhur (KSPPS-P Bupelur), juga menjadi tempat latihan pencak silat PERSINAS ASAD, dan menjadi pusat pembinaan agama melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Fattah Kadirojo II. "Sebanyak 25 mubaligh MDT mendapat beasiswa LPDP UIN Cirebon," imbuhnya.
Karena itu, Atus mengajak untuk kembali ke masjid. Melalui masjid, LDII DIY meluncurkan program Kyai Peduli Sampah. Dalam rangka membantu Pemda DIY menangani darurat sampah, LDII menggerakkan sedekah sampah berbasis masjid yang pada Rakerwil ini diresmikan 313 kelompok sedekah sampah berbasis masjid.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPW LDII DIY, PD Senkon Mitra Polri DIY, dan PERSINAS ASAD DIY.
Rakerwil yang dilaksanakan di aula kompleks Masjid Al Fattah Kadirojo II, Purwomartani, Kalasan, Sleman ini diikuti sekitar 200 pengurus pleno DPW LDII DIY dan kelompok kerja yang hadir di lokasi.