MetroSelebes - Pada suatu waktu yang indah, Rasulullah SAW dan Amirul Mukminin Sayyidina Ali R.A berada di tengah-tengah kebun kurma yang rimbun.
Mereka duduk dengan tenang, menikmati alam yang indah di sekitar mereka, karena saat itu, matahari bersinar terang, dan aroma manis kurma mengisi udara.
Tiba-tiba, seorang lebah muncul dan mulai terbang di sekitar Rasulullah SAW, beliau dengan lemah lembut bersabda kepada Sayyidina Ali, "Wahai Ali, tahukah apa yang dikatakan oleh lebah ini?"
Baca Juga: SATSET! Gebrakan Honda Keluarkan Motor Matic Baru Setelah Viral Isu Rangka eSAF Mudah Keropos
Sayyidina Ali, dengan penuh kehormatan, menjawab, "Tidak, wahai Rosulullah.", hanya ALLAH dan Rasul yang mengetahuinya.
Rasulullah SAW kemudian meneruskan, "Ketahuilah, wahai Ali, bahwa lebah ini mengundang kita sebagai tamunya, karena lebah itu telah menyediakan madu di suatu tempat, tolong wahai Ali ambilkan madu itu untuk kita."
Tampa ragu Sayyidina Ali segera bangkit dan pergi mengambil madu yang telah disediakan oleh lebah dengan penuh rasa hormat.
Rasulullah SAW, yang selalu penuh dengan kebijaksanaan, bertanya pada lebah, "Wahai lebah, makanan kalian berasal dari bunga-bunga yang pahit.
Bagaimana bisa berubah menjadi madu yang begitu manis?"
Lebah dengan rendah hati menjawab, "Wahai Rasulullah, manisnya madu ini adalah hasil dari sholawat yang kami panjatkan kepada Engkau dan keluarga Engkau.
Setiap kali kami menghisap sari bunga, kami menerima ilham untuk bersholawat tiga kali kepada Engkau.
Ketika kami mengucapkan, 'Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad,' yang berarti 'Ya Allah, limpahkanlah sholawatMu kepada Sayyidina Muhammad dan keluarga Sayyidina Muhammad,' madu kami menjadi manis berkat sholawat tersebut."