“Gibran selaku Wapres Prabowo adalah satu paket. Tidak bisa dipisah karena sesuatu apa pun dalam perjalanan pemerintahannya. Yang mengusulkan cawapresnya dulu adalah Prabowo sendiri,” kata Bahar kepada MetroSelebes.com, Selasa (6/10/2026).
Baca juga: Kisah Jokowi-Gibran dan Pilihan Prabowo, Begini Kalkulasi Politik di Balik Pilpres 2024
Karena itu, Bahar melihat isu mengenai ijazah Gibran tidak hanya berpotensi memengaruhi citra Wakil Presiden. Jika terus bergulir, isu tersebut juga dapat menyeret dinamika politik pemerintahan Prabowo. Meski demikian, ia menilai ada sisi lain yang menarik karena sorotan yang terus-menerus justru bisa membuat popularitas Gibran meningkat.
“Jadi menggoyang Gibran sama saja menggoyang Prabowo. Meski demikian, jika isu ijazah Gibran terus digulirkan, maka bisa jadi popularitasnya makin naik,” ujarnya.
Baca juga: Surat MA Salah Alamat, Hak Jawab Bupati Gowa Tak Sampai hingga Putusan Terbit
Jika skenario ekstrem tersebut benar-benar terjadi, pertarungan berikutnya bukan hanya soal siapa yang mengisi kursi Wakil Presiden. Pemerintah juga harus menghadapi konsekuensi politik, persepsi publik, respons partai-partai pendukung, hingga potensi gejolak di tengah masyarakat.
Namun, sebelum semua kemungkinan itu menjadi kenyataan, publik tetap perlu membedakan antara isu, gugatan, proses persidangan, dan putusan MK yang benar-benar berkekuatan hukum. (*)
(Fir/Ade)
Artikel Terkait
Prabowo Perluas Postur TNI, 204 Satuan Baru Disebar hingga Pulau-Pulau Kecil
Klaster Mewah Lapas Cibinong Jadi Sorotan, Pembebasan Bersyarat Indra Kenz Terancam Dicabut
Surat MA Salah Alamat, Hak Jawab Bupati Gowa Tak Sampai hingga Putusan Terbit
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
Isu Gibran Bakal Dimakzulkan dan Diganti Puan Berembus, PDIP Sebut Ada Penggiringan Opini