Ilmuwan Diaspora AS Bahas Potensi Rumput Laut, SPs Unhas Dorong Inovasi Pangan Berbasis Riset

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:51 WIB
Made Airanthi K. Widjaja Adhi dari Case Western Reserve University menjadi narasumber kuliah tamu SPs Unhas dalam program Diaspora Berdampak 2026, Makassar, Rabu (14/10/2026). (Dok.SPs Unhas)
Made Airanthi K. Widjaja Adhi dari Case Western Reserve University menjadi narasumber kuliah tamu SPs Unhas dalam program Diaspora Berdampak 2026, Makassar, Rabu (14/10/2026). (Dok.SPs Unhas)

Inti berita:

• Ilmuwan diaspora AS bersama SPs Unhas membahas peluang pengembangan rumput laut dan senyawa bioaktif untuk inovasi pangan berbasis riset.

 

METROSELEBES.com, MAKASSAR – Potensi rumput laut dan kekayaan hayati Indonesia menjadi perhatian dalam kuliah tamu Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) yang menghadirkan ilmuwan diaspora dari Amerika Serikat, Rabu (14/10/2026).

Narasumber Made Airanthi K. Widjaja Adhi dari Case Western Reserve University membagikan perspektif mengenai pengembangan senyawa bioaktif untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing produk.

Kegiatan bertajuk “Pharmacological and Biofunctional Chemical Material Synergy for Retinoid-Carotenoid-Based Food Security and Competitiveness” ini berlangsung secara hibrida di Aula Prof. Dr. Ir. Fachruddin, SPs Unhas.

Baca juga: Dua Profesor Jerman Kupas Tantangan Al hingga Hak Cipta di FH Unhas

Peluang Kerjasama Penelitian 

FOTO: Tampak narasumber dan petinggi SPs Unhas. (Dok.SPs Unhas)
FOTO: Tampak narasumber dan petinggi SPs Unhas. (Dok.SPs Unhas)

Wakil Dekan III SPs Unhas Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Prof. Dr. dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed., berharap pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama penelitian dengan institusi di Amerika Serikat.

“Kami berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kolaborasi antara Universitas Hasanuddin dan institusi tempat narasumber berkarya di Amerika Serikat,” kata Marhaen.

Baca juga: Karhutla Maros Mengganas, Lukisan Prasejarah di Leang Karampuang Terancam

Pembahasan mencakup keterkaitan farmakologi, biologi molekuler, serta senyawa retinoid dan karotenoid dalam pengembangan pangan. Rumput laut turut disorot sebagai sumber daya lokal yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah melalui penelitian dan teknologi yang tepat.

Meski demikian, pengembangan produk berbasis bahan alam membutuhkan pengujian yang memadai. Karakteristik senyawa, kestabilan bahan, dan proses pengolahan perlu dikaji, sementara klaim manfaat produk harus sesuai dengan bukti ilmiah yang tersedia.

Baca juga: Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Plt Bupati Gowa 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X