Inti berita:
• Tim 4 Ekspedisi Patriot Unhas menjajaki kerja sama dengan BKSDA Resor Fakfak.
• Kerjasama memperkuat konservasi Julang Papua dan habitatnya di kawasan transmigrasi Weri-Saharey.
METROSELEBES.com, FAKFAK – Kekayaan hayati di kawasan transmigrasi Weri-Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menjadi perhatian Tim 4 Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas). Kali ini, upaya pengembangan kawasan tidak hanya diarahkan pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga pada perlindungan Julang Papua atau burung rangkong yang hidup di wilayah tersebut.
Langkah konkret mulai dirintis melalui penjajakan kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Fakfak. Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot Unhas, Dr. Ahmad Bahar, S.T., M.Si., bersama tim bertemu Kepala Resor BKSDA Fakfak, Isack B. Samory, pada Senin (12/10/2026).
Baca juga: Foto Rudy Mas’ud di Singapura Viral saat Karhutla, Pemprov Ungkap Alasan Perjalanan
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Resor BKSDA Fakfak itu membahas peluang kolaborasi kelembagaan untuk melindungi Julang Papua beserta habitatnya. Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari BKSDA, mengingat kawasan Weri-Saharey memiliki keterkaitan ekologis dengan kawasan konservasi Pegunungan Fakfak.
Kepala Resor BKSDA Fakfak, Isack B. Samory, menegaskan pentingnya kehadiran tim ekspedisi dalam mendukung pelestarian lingkungan di Fakfak Timur. Menurut dia, wilayah tersebut merupakan daerah penyangga konservasi Pegunungan Fakfak sekaligus habitat Julang Papua.
Baca juga: Polda Sulsel Bongkar Penipuan WhatsApp, Korban Rugi Rp50 Juta akibat Akun Disalahgunakan
"Kami sangat mendukung kehadiran Tim Ekspedisi Patriot di Weri-Saharey, Fakfak Timur, karena itu memang daerah penyangga konservasi Pegunungan Fakfak dan merupakan habitat Julang Papua atau rangkong," ungkap Isack.
Dukungan tersebut membuka peluang bagi kedua pihak untuk menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan pelaksanaan program konservasi. Rencana ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kegiatan yang lebih terarah, mulai dari identifikasi dan pemantauan habitat hingga edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Maia Estianty Disorot Usai Bahas Rezeki Burung Liar, Akun Threads Berubah Privat
Keberhasilan konservasi tidak cukup bertumpu pada koordinasi antarlembaga. Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting agar perlindungan satwa liar dapat berjalan berkelanjutan dan sejalan dengan kebutuhan warga yang tinggal serta beraktivitas di kawasan transmigrasi.
Artikel Terkait
Hasyim Asy’ari Bantah Pasal Pencalonan Gibran Diselundupkan, Ini Alasannya
Bukan Dendam Lama, Kasus Perundungan di Asrama Telkom University Berujung Sanksi
1.900 Liter BBM Subsidi Ditemukan di Bulukumba, Dugaan Bekingan Belum Terbukti
Polda Sulsel Bongkar Penipuan WhatsApp, Korban Rugi Rp50 Juta akibat Akun Disalahgunakan
Foto Rudy Mas’ud di Singapura Viral saat Karhutla, Pemprov Ungkap Alasan Perjalanan