Kota Boleh Dipenuhi Gedung, tetapi Apakah Warganya Bahagia? Prof. Sukri Palutturi Bawa Gagasan Kota Sehat di EBHIC 2026

photo author
Ali Murtadha, Metro Selebes
- Sabtu, 12 September 2026 | 14:37 WIB
Prof. Sukri Palutturi menggagas kota sehat yang menempatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas. (Foto: Istimewa) (Ali Haydar)
Prof. Sukri Palutturi menggagas kota sehat yang menempatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas. (Foto: Istimewa) (Ali Haydar)

Kehadiran Prof. Sukri Palutturi dalam 6th East Borneo Health International Conference 2026 pada 9 September 2026 sekaligus memperkuat kontribusi Universitas Hasanuddin dalam percakapan nasional mengenai kesehatan perkotaan, terutama ketika pertumbuhan kota-kota Indonesia menuntut pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga sehat, inklusif, tangguh dan berkeadilan.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa dari forum tersebut terasa sederhana tetapi mendasar: kota boleh memiliki jalan yang lebar, gedung yang menjulang dan teknologi yang semakin canggih, tetapi ukuran tertinggi sebuah kota tetaplah kualitas kehidupan manusia yang tinggal di dalamnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ali Murtadha

Rekomendasi

Terkini

X