Inti berita:
• Pertamina memperluas layanan menjadi 25 SPBU 24 jam di Makassar untuk mengurai antrean BBM, menambah pasokan, dan memperketat pengawasan distribusi.
METROSELEBES.com, MAKASSAR — Tengah malam yang biasanya menjadi waktu lengang bagi sebagian warga justru sempat diwarnai panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar. Pengendara motor, mobil hingga kendaraan angkutan harus menghabiskan waktu menunggu giliran mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kondisi inilah yang mendorong Pertamina memperluas layanan dengan mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam nonstop.
Kepadatan antrean dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah titik, terutama pada layanan BBM jenis Pertalite dan Solar. Barisan kendaraan bahkan disebut mengular hingga mendekati badan jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Situasi tersebut menjadi salah satu persoalan yang coba diurai melalui penambahan jam operasional SPBU.
Baca juga: Antrean BBM Mengular, DPRD Sulsel Tagih Langkah Nyata, Pertamina Buka Suara
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiagakan 11 SPBU dengan layanan 24 jam. Jumlah itu kini diperluas menjadi 25 titik yang tersebar di jalur utama Makassar. Bersamaan dengan itu, pasokan BBM di wilayah yang membutuhkan juga ditambah sekitar 10 hingga 15 persen untuk membantu menjaga ketersediaan.
“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, dalam keterangan resminya.
Baca juga: Ratusan Buruh Kepung DPRD Sulsel, Cicu Tegaskan Kelangkaan LPG Makassar Sudah Ditelusuri
Bagi warga yang ingin menghindari kepadatan pada siang atau sore hari, sejumlah titik layanan 24 jam kini dapat menjadi pilihan. Di antaranya SPBU 7190277 di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16, SPBU 7390201 di Jalan Perintis Kemerdekaan, SPBU 7490104 di Jalan Tentara Pelajar No. 79, serta SPBU 7490207 dan 7490208 di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19.
Titik lainnya mencakup SPBU 7490222 di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 55, SPBU 7490236 di Jalan Gunung Bawakaraeng, SPBU 7490238 di Jalan Perintis Kemerdekaan, SPBU 7490278 di kawasan AP Pettarani–Rappocini, SPBU 7490288 di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 12, serta SPBU 7490295 di Jalan Sultan Alauddin No. 258. Layanan juga tersedia di SPBU 7390244 Jalan Perintis Kemerdekaan No. 149, Pacerakkang, Biringkanaya, SPBU 7490103 Jalan Cendrawasih No. 38 dan SPBU 7490109 Jalan Andalas.
Baca juga: Prabowo Singgung 4 Kali Kalah Pilpres Lalu Titip Pesan soal Demokrasi
Bagi pengemudi ojek online, pekerja malam, pengemudi angkutan logistik dan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada kendaraan, tambahan jam layanan ini memberi ruang untuk mengatur waktu pengisian BBM. Pengisian pada malam atau dini hari diharapkan dapat menjadi alternatif ketika antrean pada jam sibuk kembali meningkat.
Tetapi, memperpanjang jam layanan bukan satu-satunya langkah yang dilakukan. Pengawasan distribusi BBM subsidi juga diperketat untuk mencegah penyalahgunaan. Pertamina menyebut telah memblokir 6.023 nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan aktivitas pelangsiran atau pengisian BBM secara berulang dan tidak wajar.
Artikel Terkait
CCTV Bongkar Kejanggalan Kecelakaan Nur Syfa di Cirebon, Alumni Terbaik Untad Angkatan 2020
Antrean BBM Mengular, DPRD Sulsel Tagih Langkah Nyata, Pertamina Buka Suara
Ratusan Buruh Kepung DPRD Sulsel, Cicu Tegaskan Kelangkaan LPG Makassar Sudah Ditelusuri
Adidas Disorot Gara-Gara Kampanye Sepatu Satuan Libatkan Mantan Tentara Israel
Prabowo Singgung 4 Kali Kalah Pilpres Lalu Titip Pesan soal Demokrasi