Adidas Disorot Gara-Gara Kampanye Sepatu Satuan Libatkan Mantan Tentara Israel

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Kamis, 10 September 2026 | 19:56 WIB
Adidas meminta maaf setelah kampanye Single Shoe yang menampilkan mantan tentara Israel memicu kritik dan seruan boikot terkait isu Gaza.(Dok.Instagram@aboutislam)
Adidas meminta maaf setelah kampanye Single Shoe yang menampilkan mantan tentara Israel memicu kritik dan seruan boikot terkait isu Gaza.(Dok.Instagram@aboutislam)

Inti berita:

Kampanye layanan Single Shoe Adidas di Israel menuai kritik karena menampilkan mantan tentara Israel penyandang amputasi.

• Adidas kemudian meminta maaf dan menyatakan serius menanggapi kekhawatiran publik.

 

METROSELEBES.com, ISRAEL - Kampanye yang semestinya membawa pesan inklusivitas justru memantik kontroversi. Adidas mendapat sorotan setelah menampilkan Shalev Biton, pelari penyandang disabilitas yang diketahui pernah bertugas sebagai tentara Israel, dalam promosi layanan Single Shoe di Israel.

Layanan tersebut ditujukan bagi konsumen yang hanya membutuhkan satu sepatu karena kondisi fisik tertentu, termasuk penyandang amputasi. Melalui program ini, pelanggan dapat membeli sepatu secara satuan tanpa harus membeli sepasang.

Baca juga: Antrean BBM Mengular, DPRD Sulsel Tagih Langkah Nyata, Pertamina Buka Suara 

Sosok Biton kemudian menjadi titik perdebatan. Ia disebut kehilangan kaki kiri setelah mengalami luka akibat rudal antitank saat bertugas di militer Israel dekat Gaza pada konflik 2021. Biton menjadi salah satu dari 11 atlet penyandang disabilitas yang tampil dalam kampanye lokal Adidas tersebut.

Pilihan tersebut mendapat kritik dari aktivis pro-Palestina. Mereka mempertanyakan keputusan Adidas menampilkan mantan tentara Israel dalam kampanye yang mengangkat isu penyandang amputasi, terutama ketika konflik di Gaza juga telah menyebabkan banyak warga Palestina kehilangan anggota tubuh.

Baca juga: CCTV Bongkar Kejanggalan Kecelakaan Nur Syfa di Cirebon, Alumni Terbaik Untad Angkatan 2020

Persoalan itu semakin sensitif karena kebutuhan layanan bagi penyandang amputasi di Gaza sangat besar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari 5.000 orang di Gaza telah menjalani amputasi. Dalam laporan Mei 2026, WHO juga menyatakan kurang dari 25 persen dari 2.300 penyandang amputasi yang dievaluasi sejak September 2024 hingga Mei 2026 telah memperoleh prostesis.

Baca jugaJake Lang Robek Al-Qur’an di Gereja ATLAH New York, Aksi Provokatif Picu Kecaman

Desakan publik kemudian berkembang menjadi seruan boikot terhadap Adidas di media sosial. Menanggapi reaksi tersebut, manajemen Adidas menyampaikan permintaan maaf. “Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivitas promosi lokal baru-baru ini oleh tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras. Kami tidak pernah bermaksud untuk menimbulkan ketersinggungan, dan kami meminta maaf kepada siapa pun yang terkena dampaknya,” kata manajemen Adidas, dikutip Anadolu Agency.

Baca juga: Limbah Dapur Jadi Cuan: TPS 3R Tamalanrea Olah 2 Ton Sampah Basah Jadi Pupuk Organik 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X