Baca juga: Misteri Kematian Sutrimo Mengarah ke Banyak Spekulasi, Nama Haji Isam Ikut Terseret?
Mendengar keberatan tersebut, Amran mengambil jalan tengah. Mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi diminta mengerjakan 10 PR, sedangkan mereka yang aktif dalam organisasi cukup mendapat lima PR. Dalam kesempatan itu, Amran juga meminta mahasiswa menyapanya jika bertemu di tempat lain. “Saya sebagai orang tua kalian, kakak kalian, karena saya Ketua Alumni Unhas,” ujarnya. Ia kemudian mengajak sejumlah perwakilan mahasiswa naik ke panggung untuk menanyakan kembali kesediaan mereka menerima PR, sekaligus memberikan bantuan kepada beberapa mahasiswa yang terpilih.
Pada akhirnya, pesan Amran di panggung PKKMB Unhas merangkum satu hal penting bagi para mahasiswa yang baru membuka babak kehidupan kampus: mimpi besar harus dibarengi tindakan dan ketekunan. Dari pengalaman hidup yang pernah dilaluinya, Amran ingin menunjukkan bahwa kesulitan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses yang dapat membentuk seseorang menjadi lebih kuat dan mampu mencapai keberhasilan. (*)
(Key/Ade)
Artikel Terkait
Tiket Non-Sit KM Dorolonda Diduga Dijual Lebih Mahal, Penumpang Keluhkan Jalur Pihak Ketiga
Pengabdian Sunyi Laode Iman Sutrisno, Menyalakan Harapan di Sekolah Pulau Terpencil Makassar
11 Kantor Pemerintahan di Puncak Dibakar Massa, Penyaluran Dana Desa Berujung Kericuhan
Rumah yang Digeruduk Massa Ternyata Sudah Kosong, Polisi Ungkap Jejak MC Tantangan Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras
Orang Tua Affan Kurniawan Minta Tak Ada Peringatan Setahun, Cukup Doa untuk Almarhum