Baca juga: Tulisan "GAME OVER USA" di Rudal Iran Dinilai Pertegas Perang Psikologis terhadap AS
"Kami ingin memperoleh data yang valid melalui observasi dan wawancara langsung dengan masyarakat. Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah sekaligus memperkaya literatur tentang sejarah dan budaya Mandar," katanya.
POKSA merupakan salah satu program unggulan Humanis yang bertujuan membangun kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian sejarah secara komprehensif, mulai dari pengumpulan data, verifikasi sumber, dokumentasi, hingga penyusunan kajian ilmiah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian sejarah dan budaya lokal.
Baca juga: Diterpa Isu Jadi Simpanan Pejabat, Celine Evangelista Buka Suara dan Tegaskan Sudah Punya Pasangan
Melalui kegiatan Telusur Mandar, mahasiswa diharapkan mampu menggali berbagai fakta sejarah yang masih tersimpan di tengah masyarakat, sehingga dapat menjadi bagian dari upaya memperkaya khazanah historiografi Sulawesi dan Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen Humanis KMFIB-UH dalam menjaga tradisi riset sejarah yang berpijak pada kerja lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara civitas akademika, alumni, dan masyarakat dalam pelestarian warisan sejarah bangsa. (*)
(Key/Ade)
Artikel Terkait
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Dugaan Bullying hingga Inspirasi dari Kasus Lama Masih Didalami Polisi
Luwu Raya Tak Lagi Sekadar Aspirasi Pemekaran, Kini Ditawarkan sebagai Instrumen Strategis Pembangunan Nasional
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol Ungguli Prancis 1-0 Lewat Titik Putih di Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026
Penalti Oyarzabal Jadi Titik Balik, Spanyol Bungkam Prancis 2-0 dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Euforia Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Berbalut Solidaritas Palestina, Selebrasi Suporter Curi Perhatian