Inti berita:
• Isu reshuffle kabinet kembali menghangat dengan munculnya nama Norman Joesoef sebagai calon Wakil Menteri Pertahanan. Namun pemerintah menegaskan belum ada pengumuman resmi mengenai perombakan kabinet.
METROSELEBES.com, JAKARTA -- Pagi belum benar-benar bergulir, tetapi percakapan tentang perombakan kabinet sudah kembali memanas. Di tengah derasnya spekulasi yang beredar dari berbagai kalangan politik, satu nama tiba-tiba menjadi sorotan, Norman Joesoef. Ia disebut-sebut berpeluang mengisi kursi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) jika Presiden Prabowo Subianto benar-benar melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
Kabar tersebut menyebar cepat dan memunculkan beragam respons. Sejumlah sumber menyebut Norman Joesoef masuk dalam daftar calon pejabat yang akan dilantik pada Agustus 2026. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan yang membenarkan maupun membantah informasi tersebut.
Di tengah ramainya spekulasi, pemerintah justru mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menegaskan bahwa evaluasi terhadap para menteri merupakan proses yang rutin dilakukan dan tidak selalu berakhir dengan pergantian pejabat.
"Evaluasi memang dilakukan secara berkala, tetapi tidak otomatis berujung pada reshuffle," ujar Prasetyo Hadi.
Pernyataan itu menjadi penyeimbang di tengah derasnya kabar yang beredar. Sebab, hingga berita ini ditulis belum ada undangan pelantikan ataupun Keputusan Presiden yang diumumkan kepada publik terkait pergantian maupun penambahan pejabat di Kementerian Pertahanan.
Di sisi lain, kemunculan nama Norman Joesoef dinilai menarik karena Kementerian Pertahanan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penguatan pertahanan nasional. Jika benar ditunjuk, ia diperkirakan akan menjadi bagian dari tim yang memperkuat kebijakan sektor pertahanan di era pemerintahan Prabowo.
Baca juga: KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina, Negara Rugi Rp322,18 Miliar
Meski begitu, seluruh informasi yang berkembang saat ini masih sebatas dinamika politik menjelang kemungkinan reshuffle. Kepastian mengenai siapa yang akan mengisi jabatan Wakil Menteri Pertahanan sepenuhnya berada di tangan Presiden sebagai pemegang hak prerogatif, sehingga publik masih harus menunggu pengumuman resmi dari Istana. (*)
(Ade/Key)