pemerintahan

Mulai 1 Juli 2026, Pertamina Pangkas Harga Tiga BBM Nonsubsidi, Pertamina Dex Turun hingga Rp3.650 per Liter

Rabu, 1 Juli 2026 | 14:39 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Juli 2026. (Instagram/pertaminapatraniaga)

Inti berita:

• Pertamina resmi menurunkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026 mengikuti dinamika harga minyak dunia, sementara harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA – Memasuki awal Juli 2026, kabar yang dinanti sebagian pengguna bahan bakar nonsubsidi akhirnya datang. PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga tiga produk BBM nonsubsidi dengan nominal penurunan yang cukup signifikan, mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan mekanisme yang berlaku.

Penyesuaian harga yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 itu mencakup Pertamax Turbo (RON 98), Pertamina Dex (CN 53), dan Dexlite (CN 51). Dari ketiga produk tersebut, Pertamina Dex menjadi BBM yang mengalami penurunan harga paling besar, yakni Rp3.650 per liter, dari sebelumnya Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.

Selain itu, harga Pertamax Turbo turun Rp1.450 per liter dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Sementara Dexlite turun Rp3.300 per liter, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter. Adapun harga Pertamax tetap bertahan di Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 masih dijual Rp17.000 per liter sesuai penyesuaian sebelumnya pada 10 Juni 2026.

Baca juga: Pemilik Usaha Arang dan Kopra Minta Penilaian Berdasarkan Fakta, Kades Bijawang Sebut Tak Ada Keluhan Warga

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia serta mengikuti regulasi pemerintah. Menurutnya, proses penyesuaian tersebut telah melalui koordinasi dengan pemerintah.

"Sesuai yang kita ketahui, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ujar Kitty dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, Pertamina juga berupaya menjaga kualitas produk agar tetap memberikan performa dan efisiensi yang optimal bagi konsumen.

Di sisi lain, penyesuaian harga tersebut tidak menyentuh BBM bersubsidi. Harga Pertalite tetap berada di level Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar masih dipatok Rp6.800 per liter sehingga masyarakat pengguna BBM subsidi tidak mengalami perubahan harga.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat merespons peluang turunnya harga BBM nonsubsidi pada Juli 2026. Saat itu ia meminta publik menunggu keputusan pemerintah dan mengingatkan bahwa pemerintah juga tidak langsung menaikkan harga ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kebijakan penurunan harga yang mulai berlaku 1 Juli ini menjadi bagian dari penyesuaian terhadap perkembangan pasar energi global sekaligus tetap mempertimbangkan ketentuan yang berlaku di dalam negeri.(*)

(Ade/Man)

Tags

Terkini