Dari Air Bersih hingga 2.500 Jembatan, KSAD Maruli Dorong TNI AD Jadi Solusi bagi Warga di Wilayah 3T

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:45 WIB
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak ingatkan agar TNI AD selalu turun langsung ke masyarakat. (Dok. Istimewa)
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak ingatkan agar TNI AD selalu turun langsung ke masyarakat. (Dok. Istimewa)

Inti berita:

• KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan TNI AD harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat dengan memperkuat kontribusi di bidang infrastruktur, air bersih, ketahanan pangan, dan program sosial, khususnya di wilayah 3T.

 

MetroSelebes.com, JAKARTA– Di sejumlah pelosok negeri, persoalan yang bagi sebagian warga kota terlihat sederhana masih menjadi kebutuhan yang sulit dijangkau. Air bersih, jembatan, hingga akses fasilitas dasar menjadi bagian dari keseharian masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Ia menegaskan kehadiran TNI AD tidak berhenti pada tugas menjaga kedaulatan, tetapi juga diarahkan untuk membantu menjawab persoalan masyarakat melalui program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Baca juga: KKN Mahasiswa PK Unhas Angkatan 69 Dorong Program TANGGUH Cegah Penyakit Kulit di Desa Tellu Boccoe Bone 

Pesan itu disampaikan Maruli saat olahraga bersama Abituren Akademi Militer (Akmil) 1992-1996 di Lapangan Tenis Pusbekangad, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Ia meminta jajaran TNI AD dan para alumni Akmil memanfaatkan kapasitas serta jejaring yang dimiliki untuk mendukung program strategis pemerintah.

“Kami ingin TNI AD hadir sebagai solusi. Bukan hanya menjaga kedaulatan, tapi juga membangun,” ujar Maruli dalam siaran pers Dispenad yang disampaikan Ahad (2/8/2026).

Baca juga: Update Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2: 236 Dievakuasi, 35 Orang Belum Ditemukan 

Empat bidang menjadi perhatian utama, yakni ketahanan pangan melalui pengawalan lahan pertanian, pompanisasi dan lumbung pangan; Program Manunggal Air untuk membuka akses air bersih; pembangunan infrastruktur dasar; serta bakti sosial bagi kelompok rentan. Maruli juga menyebut pembangunan jembatan sebagai salah satu prioritas, dengan target 2.500 jembatan telah selesai menjelang peringatan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Langkah tersebut diwujudkan antara lain melalui Karya Bakti Skala Besar yang menyasar 12 wilayah strategis, termasuk Pulau Nias, Danau Toba, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Talaud, Nusa Tenggara Timur hingga Merauke. Infrastruktur dasar menjadi perhatian khusus, terutama bagi masyarakat di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Baca juga: 5,5 Juta Buku Dikirim ke 38 Provinsi, Sasar Sekolah Paling Minim Akses Bacaan 

Di hadapan para alumni Akmil, Maruli juga meminta kontribusi tidak berhenti pada lingkungan internal TNI. “Kepada para senior dan junior, saya minta kita semua turun. Bantu bangun fasilitas umum, bantu dorong program pemerintah di daerah. Gunakan jejaring dan kemampuan kita untuk rakyat,” katanya. Menurut Maruli, sinergi tersebut diharapkan mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, serta ketertinggalan infrastruktur sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (*)

(Fir/Ade)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X