Baca juga: 20 Koper Uang Ratusan Miliar, Nama Nusron Terseret dalam OTT KPK di Bogor
“Harusnya yang hadir adalah Bupati atau minimal Wakil Bupati Maros supaya bisa menjawab dengan baik. Ini malah mengutus Kadis Koperindag,” ujar Alif. Ia menilai pertanyaan mengenai arah pembangunan daerah membutuhkan penjelasan langsung dari pemegang kebijakan agar masyarakat mengetahui program dan target yang hendak dijalankan pemerintah.
PMII kemudian meminta persoalan tersebut tidak berhenti di meja dialog DPRD. Bagi mahasiswa, empat kebutuhan dasar warga serta pertanyaan mengenai arah pembangunan Maros sama-sama membutuhkan tindak lanjut dari instansi berwenang. Sementara terkait kepergian perwakilan Polres, PMII meminta penjelasan mengenai alasan meninggalkan forum ketika pembahasan aspirasi masih berlangsung.
Baca juga: Pakar Jepang Ungkap Banjir Tak Bisa Dilawan dengan Tanggul Saja, Unhas Soroti Pengaman Berlapis
Hingga berita ini ditayangkan, Bupati Maros Chaidir Syam belum merespons pertanyaan yang disampaikan redaksi pada Kamis (17/9/2026) terkait ketidakhadirannya dalam forum dialog maupun tanggapannya atas empat tuntutan PMII Maros. Pesan yang dikirim redaksi masih menunjukkan tanda centang satu.
Redaksi akan memperbarui informasi ini apabila Bupati Maros memberikan tanggapan. (*)
(Fir/Ade)
Artikel Terkait
Ramalan Gempa M7-M9 Viral, BMKG Bongkar Batas Sains dan Arti Sebenarnya M8,9 Megathrust
20 Koper Uang Ratusan Miliar, Nama Nusron Terseret dalam OTT KPK di Bogor
Biadab! Dipaksa Pegang Bintang Kejora, Sopir Toraja Aris Sanda Ditembak KKB dan Mobilnya Dibakar
Pakar Jepang Ungkap Banjir Tak Bisa Dilawan dengan Tanggul Saja, Unhas Soroti Pengaman Berlapis
Nusron dan Raja Juli Diselimuti Kontroversi, Beban Integritas Kini di Meja Prabowo