Inti berita:
• Sopir asal Toraja Aris Sanda tewas ditembak KKB diduga kelompok Egianus Kogoya.
• Ia dipaksa memegang Bintang Kejora, dab membuat pernyataan 'mendukung' Papua Merdeka.
• Usai ditembak mobil yang dikendarainya dibakar di kawasan Danau Habema, Jayawijaya.
METROSELEBES.com, JAYAWIJAYA — Perjalanan Aris Sanda (45), sopir lajuran asal Toraja, Sulawesi Selatan menjadi tragedi di jalur Wamena–Mbua. Ia dilaporkan ditahan kelompok bersenjata di kawasan Pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (15/9/2026) pagi, sebelum akhirnya ditemukan meninggal bersama kendaraan yang terbakar.
Aris saat itu membawa sejumlah penumpang menuju Mbua. Kendaraan yang dikemudikannya dihentikan kelompok bersenjata sekitar pukul 06.00 WIT. Para penumpang kemudian diperintahkan turun, sementara Aris yang disebut sebagai warga pendatang tetap ditahan. Informasi mengenai peristiwa tersebut juga beredar melalui rekaman video yang memperlihatkan Aris berada di tengah kelompok bersenjata.
Baca juga: 20 Koper Uang Ratusan Miliar, Nama Nusron Terseret dalam OTT KPK di Bogor
Dalam rekaman yang beredar, Aris tampak diminta memegang bendera Bintang Kejora dan menyampaikan pernyataan mengenai dukungan terhadap Papua merdeka. Sejumlah laporan menyebut tindakan itu dilakukan di bawah ancaman senjata. Setelah video tersebut dibuat, Aris dilaporkan ditembak oleh kelompok yang menahannya.
Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Faizal Ramadhani sebelumnya membenarkan adanya laporan mengenai penembakan seorang sopir di kawasan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia mengatakan personel sedang menuju lokasi untuk mendalami kejadian. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo juga menyatakan anggota masih merespons peristiwa di lapangan.
Baca juga: Ramalan Gempa M7-M9 Viral, BMKG Bongkar Batas Sains dan Arti Sebenarnya M8,9 Megathrust
Ditemukan bersama mobil terbakar
Kepastian mengenai kondisi Aris kemudian terungkap setelah aparat mencapai lokasi. Jenazahnya ditemukan bersama kendaraan lajuran yang dalam keadaan hangus di sekitar Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora. Proses penanganan sempat menghadapi kondisi medan dan cuaca pegunungan yang menyulitkan pergerakan tim.
Baca juga: Telepon Mensesneg di Toilet Senayan Jadi Awal Purbaya Tahu Nasibnya sebagai Menkeu
Artikel Terkait
Rp40 Triliun Nyaris Bocor, KPK Bongkar Celah Uang Negara dari Aset hingga Belanja Daerah
Telepon Mensesneg di Toilet Senayan Jadi Awal Purbaya Tahu Nasibnya sebagai Menkeu
Seloroh Purbaya Setelah Dicopot Prabowo, Saya Akan Mancing di Belakang Rumah Sambil Melamun Kenapa Saya Dipecat
Ramalan Gempa M7-M9 Viral, BMKG Bongkar Batas Sains dan Arti Sebenarnya M8,9 Megathrust
20 Koper Uang Ratusan Miliar, Nama Nusron Terseret dalam OTT KPK di Bogor