Inti berita:
• Empat tuntutan PMII Maros soal air bersih, BBM, LPG, dan listrik dibahas di DPRD.
• Mahasiswa menilai masih ada persoalan yang belum mendapat jawaban tuntas.
METROSELEBES.com, MAROS — Empat persoalan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari warga Maros dibawa PMII ke ruang aspirasi DPRD Kabupaten Maros, Senin (14/9/2026). Krisis air bersih, kelangkaan BBM bersubsidi, LPG 3 kilogram, hingga pemadaman listrik bergilir menjadi pokok tuntutan yang ingin mereka jawab bersama pemerintah dan instansi terkait.
Aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maros tersebut sebelumnya dimulai dari Simpang Empat BRI. Massa menyampaikan aspirasi melalui orasi sebelum bergerak menuju Kantor DPRD Maros. Setibanya di gedung legislatif, mereka meminta forum dialog dibuka agar persoalan yang dibawa tidak berhenti sebagai tuntutan di jalan.
Baca juga: Nusron dan Raja Juli Diselimuti Kontroversi, Beban Integritas Kini di Meja Prabowo
Ruang aspirasi akhirnya mempertemukan mahasiswa dengan sejumlah perwakilan instansi. PMII berharap Bupati Maros, PLN, PDAM, dan Polres Maros dapat memberikan penjelasan sesuai kewenangan masing-masing. Namun Bupati Maros tidak hadir dan mengutus perwakilan dari Dinas Koperindag untuk mengikuti dialog tersebut.
Empat Persoalan Jadi Sorotan
Koordinator Lapangan PMII Maros, Hardiansyah, mengatakan persoalan yang dibawa mahasiswa berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, warga membutuhkan kepastian mengenai penyelesaian krisis air bersih sekaligus penanganan kelangkaan BBM dan LPG bersubsidi serta pemadaman listrik yang terjadi secara bergilir.
Baca juga: Biadab! Dipaksa Pegang Bintang Kejora, Sopir Toraja Aris Sanda Ditembak KKB dan Mobilnya Dibakar
Suasana forum kemudian mendapat sorotan ketika perwakilan Polres Maros meninggalkan ruang dialog sebelum pembahasan selesai. PMII mempertanyakan keputusan tersebut karena masih terdapat persoalan yang ingin mereka klarifikasi, termasuk dugaan penimbunan BBM dan LPG bersubsidi yang disebut mahasiswa berkaitan dengan kondisi kelangkaan di lapangan.
Pertanyaan Beralih ke Arah Pembangunan
Ketua PC PMII Maros, M. Alif Al Isra’, mengatakan forum juga berkembang pada pertanyaan mengenai program pemerintah daerah untuk membawa Maros menjadi lebih maju. Salah satu yang dipersoalkan adalah langkah konkret mengatasi krisis air bersih yang kembali menjadi masalah ketika musim kemarau tiba, sekaligus upaya pemerintah membuka lebih banyak lapangan kerja.
Artikel Terkait
Ramalan Gempa M7-M9 Viral, BMKG Bongkar Batas Sains dan Arti Sebenarnya M8,9 Megathrust
20 Koper Uang Ratusan Miliar, Nama Nusron Terseret dalam OTT KPK di Bogor
Biadab! Dipaksa Pegang Bintang Kejora, Sopir Toraja Aris Sanda Ditembak KKB dan Mobilnya Dibakar
Pakar Jepang Ungkap Banjir Tak Bisa Dilawan dengan Tanggul Saja, Unhas Soroti Pengaman Berlapis
Nusron dan Raja Juli Diselimuti Kontroversi, Beban Integritas Kini di Meja Prabowo