Pendapatan grup juga terkoreksi 9% menjadi 33,15 miliar euro, seiring penurunan penjualan mobil dan van, ditambah dampak tarif. Mercedes memperkirakan pendapatan tahunan perusahaan akan “jauh di bawah” level 2024, baik di bisnis mobil maupun van.
Baca Juga: Pinjaman Koperasi Kini Lebih Selektif: Ini Syarat Lengkap Berdasarkan PMK No. 49/2025
Di pasar Tiongkok, yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan utama, penjualan Mercedes mengalami tekanan signifikan. Unit yang terjual turun 10% pada kuartal I dan 19% pada kuartal II dibandingkan tahun sebelumnya. Analis menilai penurunan ini dipicu ketatnya persaingan dengan produsen lokal, harga mobil Eropa yang lebih tinggi, serta strategi yang kurang tepat dalam transisi ke kendaraan listrik.
Dengan tantangan besar dari tarif, kompetisi global, hingga pergeseran tren ke mobil listrik, Mercedes-Benz kini menghadapi tahun penuh tekanan yang berpotensi memangkas dominasinya di pasar premium dunia.