Tanpa Mbappe, PSG Tembus Final Liga Champions: Antara Kebanggaan dan Penyesalan di Madrid

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 11 Mei 2025 | 21:02 WIB
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bereaksi selama pertandingan Liga Spanyol antara Athletic Club Bilbao dan Real Madrid CF di stadion San Mames di Bilbao. Source Foto : Bola com
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bereaksi selama pertandingan Liga Spanyol antara Athletic Club Bilbao dan Real Madrid CF di stadion San Mames di Bilbao. Source Foto : Bola com

 

PARIS,METROSELEBES.COM-Paris Saint-Germain (PSG) sukses melangkah ke final Liga Champions 2024/2025 usai menaklukkan Arsenal 2-1 di Parc des Princes, Kamis dini hari (8/5/2025). Dengan keunggulan agregat 3-1, tim asuhan Luis Enrique dipastikan menantang Inter Milan di partai puncak. Namun, di tengah euforia Paris, nama Kylian Mbappe kembali mencuat—meski kini ia berseragam Real Madrid.

 Baca Juga: PSG Libas Semua Wakil Inggris di Liga Champions: Dominasi Mutlak yang Mengguncang Eropa

Keberhasilan PSG melangkah sejauh ini tanpa sosok Mbappe menimbulkan berbagai spekulasi dan reaksi di kalangan penggemar. Di Madrid, sang bintang Prancis itu mungkin menyaksikan keberhasilan mantan klubnya dengan perasaan yang sulit dijelaskan: antara bangga, iri, hingga mungkin menyimpan sedikit sesal.

 

Mbappe memang memilih tantangan baru dengan bergabung ke Real Madrid pada awal musim ini. Namun, perjalanan Los Blancos tak secerah yang diharapkan. Meski Mbappe tampil impresif dengan torehan lebih dari 40 gol di semua kompetisi, Madrid belum menemukan performa yang stabil dan tersingkir lebih awal dari Liga Champions. Bandingkan dengan PSG, yang justru menunjukkan permainan kolektif yang solid dan minim ketergantungan pada satu pemain bintang.

 Baca Juga: Pertemuan Perdana di Laga Resmi, Inter dan PSG Siap Ukir Sejarah di Final Liga Champions

Kiper PSG, Gianluigi Donnarumma, menyebut perubahan positif di ruang ganti menjadi salah satu kunci sukses tim musim ini. “Kami sekarang punya ikatan yang lebih kuat, lebih fokus sebagai tim. Rasanya seperti saat kami menjuarai Euro 2020 bersama Italia,” ungkap Donnarumma usai pertandingan.

 

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kepergian Mbappe, meski menyisakan kekosongan besar secara teknis, justru membuka jalan bagi PSG untuk menemukan identitas tim yang lebih kuat dan menyatu.

 Baca Juga: Dibuang Manchester United, Bersinar di Real Betis. Inilah Sisi Lain dari Antony

Di sisi lain, Mbappe tentu tak bisa lepas dari bayang-bayang klub lamanya. Ia pernah menjadi ikon Paris, membawa tim itu ke final Liga Champions pada 2020. Kini, ketika PSG kembali ke partai puncak tanpa dirinya, wajar jika muncul pertanyaan dalam benaknya: apakah ia pergi terlalu cepat? Apakah ia lebih dibutuhkan di Paris dibandingkan Madrid?

 Baca Juga: CHELSEA DI AMBANG SEJARAH: SATU LANGKAH LAGI UNTUK JADI KLUB PERTAMA YANG MENJUARAI SELURUH KOMPETISI UEFA

Namun, satu hal yang pasti, Mbappe masih memiliki kesempatan untuk mengubah narasi. Dengan pertandingan-pertandingan besar seperti El Clasico dan Piala Dunia Antarklub di depan mata, ia bisa membuktikan bahwa keputusannya hijrah ke Spanyol adalah langkah tepat untuk karier jangka panjangnya.

 Baca Juga: Saudara Tak Sebaya Bertemu di Panggung Eropa: Manchester United vs Tottenham Hotspur di Final Liga Europa 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: bola.com

Tags

Rekomendasi

Terkini

X