METROSELEBES.COM- Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Gulat Provinsi Jawa Barat (Jabar) kurang puas dengan torehan medali yang mereka peroleh pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua tahun 2021 silam.
Saat itu, Jabar hanya memperoleh dua medali emas, dua medali perak dan dua medali perunggu.
Sementara lawan terkuat mereka adalah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Timur (Kaltim) yang menjadi juara umum dan runner up Cabor Gulat PON.
Provinsi Jatim bahkan sukses meraih 16 medali yakni 7 medali emas, 7 medali perak dan 2 medali perunggu. Sementara Provinsi Kaltim meraih 4 emas, 2 perak dan 6 perunggu.
Menghadapi perhelatan PON Aceh Sumut pada 8 September 2024, Tim Gulat Jabar tak main-main. Untuk menghempaskan Atlet Gulat Jatim dan Kaltim, Ketua Umum Pengprov PGSI Jabar, Yoko Anggasurya menyiapkan enam atlet gulat asal Korea sebagai lawan tanding atlet PON Jabar.
Enam atlet asal negeri ginseng tersebut adalah Yun Sol, Lee Ga Eun, Kim Bo Bae, Kim Su Bin, Lee Che Won dan Kim So Eun.
Yun Sol adalah atlet gulat di kelas 50 kg, Lee Ga Eun di kelas 53 kg, Kim Bo Bae di kelas 62 kg, Kim Su Bin di kelas 65 kg, Lee Che Won di kelas 68 kg dan Kim So Eun di kelas 76 kg.
Agar atlet Korea ini serius saat menjadi lawan tanding, mereka ditemani oleh pelatihnya Kim Woo Young.
Baca Juga: Enaknya Kerja di IMIP, Dikasih Gaji Tinggi Dapat Beasiswa S2 Pula
Perlu diketahui, keenam atlet asal Korsel itu merupakan atlet-atlet nasional yang telah memiliki prestasi tinggi di negaranya. Saat berada di Kota Bandung, mereka akan menjalani latihan bersama dan partner latih tanding bagi para atlet gulat Jabar.
Yoko Anggasurya menjelaskan bahwa mereka akan berada di Bandung selama sebulan.
"Mendatangkan atlet-atlet gulat dari Korea Selatan ini sebagai bukti keseriusan kami dalam menyongsong PON XXI nanti. Bagi kami ini sebuah kesempatan karena sejak Januari persiapan hanya menjalani latih tanding sesama atlet kita, karena itu agar anak-anak tidak jenuh kita datangkan atlet dari luar negeri. Selain menguji semuanya baik mental dan teknik, ini bertujuan agar atlet-atlet kita dapat mengimplementasikan hasil latihan selama ini," kata Yoko dilansir dari website resmi KONI Jabar.
Yoko mengakui sebuah keberuntungan bagi Pengrov PGSI Jabar dengan kedatangan mereka. Karena menurutnya, menjelang PON XXI/2024 dunia pergulatan di tanah air masih sepi kejuaraan disamping sulit mencari lawan tanding yang sepadan dan dapat menguji para atlet Jabar.