METROSELEBES.COM – Kabupaten Morowali menjadi surga pencari kerja di Indonesia. Keberadaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang mengolah nikel menjadi berbagai bahan baku kebutuhan dunia membuat daerah itu kebanjiran pekerja.
Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub mengatakan, lebih dari 10 ribu orang berkunjung ke Morowali tiap tahunnya.
Kebanyakan dari mereka adalah pekerja maupun pencari kerja yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
IMIP merupakan kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Di kawasan ini, terdapat 55 perusahaan besar yang mengelola nikel menjadi berbagai bahan baku seperti stainless steel, baja hingga bahan baku baterai listrik kendaraan.
Saat ini, lebih dari 80 ribu orang bekerja di PT IMIP.
Menjadi pekerja di kawasan IMIP memang cukup menjanjikan, karena bayarannya cukup besar dibanding perusahaan-perusahaan lain di Sulawesi Tengah.
IMIP memberi jaminan masa depan bagi pekerjanya, baik dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Buktinya, ratusan pekerja IMIP saat ini diberi beasiswa untuk kuliah di dalam maupun luar negeri.
Sebanyak 293 karyawan lulusan SMA dikuliahkan di Politeknik Akademi Teknologi Makassar dan 10 karyawan kuliah di Politeknik Negeri Bandung.
Selain di dalam negeri, 53 karyawan lain juga dikuliahkan gratis ke luar negeri yakni China.
53 karyawan terbaik telah dikirim untuk kuliah gratis di Negeri Tirai Bambu jurusan Metalurgi.
Adalah PT QMB New Energy Materials dan Huayue Nickel Cobalt yang menjadi pendorong pemberian beasiswa ini. Kedua perusahaan besar di IMIP tersebut menggelontorkan uang yang banyak untuk meningkatkan kapasitas SDM karyawannya.
Tahun depan, program ini akan terus berjalan dan kuota keberangkatan bakal ditambah.
Perlu diketahui, PT Huayue Nickel Cobalt memproduksi nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) terbesar di dunia.