METROSELEBES.COM -- Pembaharuan data korban tewas akibat gempa di Turki dan Suriah terus dilakukan. Otoritas pemerintah dua negara itu terus mengeluarkan data terbaru.
Data terbaru berdasarkan U.S. Geological Survey mengungkapkan jika, gempa tersebut menewaskan sedikitnya 1.600 orang di dua negara.
Korban itu terjadi pada gempa pertama, kemudian ada beberapa korban berikutnya pada gempa susulan yang terjadi puluhan kali.
Baca Juga: Kepala Sekolah Cabul di Toraja Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Gempa sebelumnya, berkekuatan 7,8 yang melanda Turki sebelah tenggara dan Suriah bagian utara. Selain korban tewas, ribuan orang terluka dan pencarian dilakukan untuk mencari korban selamat yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh.
Kepala badan manajemen bencana dan darurat Turki (AFAD), Yunus Sezer mengatakan, gempa awal merenggut 1.014 nyawa dan menghancurkan sekitar 2.824 bangunan, seperti dilaporkan Reuters.
Kemudian, Kementerian kesehatan Suriah mengatakan lebih dari 370 orang tewas di bagian-bagian yang dikuasai pemerintah negara itu.
Data lain, ada kelompok penyelamat White Helmets mengatakan sedikitnya 221 tewas di daerah yang dikuasai pemberontak.
Baca Juga: Kepala Sekolah Cabul di Toraja, Perkosa Siswinya Sendiri
Gempa tersebut mengguncang wilayah yang dilanda perang saudara di Suriah, yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Daerah yang terkena dampak di Suriah terbagi antara pemerintah dan pasukan oposisi. Turki menampung jutaan pengungsi dari perang.
Banyak negara segera menawarkan bantuan, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Yunani, dan Ukraina. (***)
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 7,8, Lebih dari 1.000 Warga Turki dan Suriah Tewas
10 Provinsi Terdampak Gempa Bumi di Turki, Tewaskan 284 Orang
Ini Data Terbaru Korban Gempa Turki dan Suriah, Hujan Salju Hambat Evakuasi Korban Tertimpa Bangunan
Gempa Turki dan Suriah : Dari Uni Eropa, NATO Hingga Gedung Putih Tawarkan Bantuan
Update Gempa Turki dan Suriah, 1.200 Dilaporkan Tewas