Langkah strategis ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra utama Uni Eropa di kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan data Komisi Eropa tahun 2024, nilai perdagangan barang antara Indonesia dan Uni Eropa mencapai lebih dari €28 miliar, dan investasi langsung Uni Eropa di Indonesia terus meningkat di sektor manufaktur, energi terbarukan, dan teknologi digital.
Selain itu, Uni Eropa juga memberikan dukungan pada program ketahanan iklim di Indonesia serta kerja sama keamanan siber dan transisi energi.
Baca Juga: Digerebek Warga, Oknum Lurah Tertangkap Basah Berzina di Dalam Mobil
Dalam konteks global, CEPA juga menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap berperan lebih besar dalam rantai pasok internasional yang berkelanjutan.
Dengan pertemuan bersejarah ini, diharapkan kerja sama strategis Indonesia-Uni Eropa akan menjadi model kemitraan baru yang saling menguntungkan di era pasca-pandemi dan era transisi energi dunia.***