Dibalik Gemerlap Nikel Morowali: Pelanggaran Lingkungan dan Desakan Bentuk Otorita Baru

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 19 Juni 2025 | 22:28 WIB
Anggota DPD RI Andhika Mayrizal Amir
Anggota DPD RI Andhika Mayrizal Amir

 

MOROWALI, METROSELEBES.COM – Pembangunan kawasan industri nikel milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan tajam.

Di tengah klaim peningkatan ekonomi dan serapan tenaga kerja, kawasan industri ini justru menuai banyak persoalan serius, mulai dari kecelakaan kerja, kesenjangan sosial hingga pelanggaran lingkungan yang kian memprihatinkan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru-baru ini mengungkap adanya pelanggaran lingkungan yang terjadi di area industri IMIP.

Baca Juga: Keseimbangan Tak Setara: Israel Vs Iran dalam Kekuatan Militer Modern

Salah satu temuan penting adalah pembukaan lahan seluas 179 hektare yang dilakukan tanpa izin resmi dan tidak tercantum dalam dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Selain itu, sejumlah fasilitas yang beroperasi di kawasan tersebut juga tidak sesuai dengan dokumen perizinan yang telah ditetapkan.

Permasalahan ini menegaskan urgensi pembentukan Badan Otorita Kawasan Industri Nikel Morowali yang sebelumnya sempat diwacanakan.

Baca Juga: Benarkah Israel Targetkan Pergantian Rezim Iran? Ini Motif dan Manuvernya di Timur Tengah

Langkah ini dinilai penting demi memperkuat tata kelola dan pengawasan atas kegiatan industri nikel yang berkembang sangat pesat namun belum seimbang dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan kerja.

Kawasan industri nikel di Morowali dan Morowali Utara kini membutuhkan sistem pengawasan yang lebih sistematis, transparan, dan bertanggung jawab.

Gagasan pembentukan Badan Otorita Kawasan Industri Morowali-Morowali Utara menjadi solusi strategis agar investasi besar seperti di IMIP benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi daerah, tidak hanya menyisakan masalah.

Baca Juga: China Evakuasi Warganya dari Iran dan Israel, Peringatkan Kemacetan di Perbatasan

Menurut data WALHI, dalam lima tahun terakhir tercatat lebih dari 30 insiden kecelakaan kerja di kawasan industri nikel Morowali.

Selain itu, laporan Global Energy Monitor juga menyebutkan bahwa ekspansi industri nikel Indonesia, termasuk di Morowali, telah memicu deforestasi dan pencemaran lingkungan di berbagai titik pesisir dan sungai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X