JAKARTA, METROSELEBES.COM – Upaya peningkatan partisipasi kerja perempuan di Indonesia terus dilakukan, salah satunya melalui program unggulan dari Kemendukbangga/BKKBN bernama Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Program ini hadir sebagai solusi konkret terhadap rendahnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan yang hanya mencapai 55,41%, jauh tertinggal dibandingkan TPAK laki-laki yang menyentuh angka 84% (Sumber: BPS, Februari 2024).
Dalam konteks ini, TAMASYA menjadi inisiatif strategis untuk mendukung orang tua, khususnya perempuan, agar tetap produktif di dunia kerja tanpa harus mengorbankan proses tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Pemkot Palu Matangkan Persiapan Verifikasi Kota Layak Anak 2025
Dengan layanan pengasuhan anak usia dini yang terintegrasi dan ramah keluarga, TAMASYA memungkinkan para ibu bekerja dengan tenang.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyatakan bahwa program ini tidak hanya fokus pada peningkatan partisipasi kerja perempuan, tetapi juga bertujuan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi, perawatan yang layak, dan perlindungan dari kekerasan.
“Kami memastikan pengasuh anak mendapatkan sertifikasi dan pelatihan yang memadai agar kualitas layanan tetap terjaga,” jelasnya.
Baca Juga: Breaking News: Longsor Terjadi di Tambang Poboya, Satu Orang Tewas dan Satu Luka-Luka
Program unggulan TAMASYA menyediakan:
- ✅ Pengasuh tersertifikasi dan kompeten
- ✅ Pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala
- ✅ Keterlibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan
- ✅ Layanan rujukan apabila diperlukan
Langkah ini selaras dengan data dari UN Women Indonesia yang mencatat bahwa salah satu hambatan utama perempuan dalam bekerja adalah tidak tersedianya layanan pengasuhan anak yang aman dan terjangkau.
Selain itu, laporan World Bank (2023) menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam dunia kerja dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 2,5%.
Baca Juga: 948 Pahlawan Birokrasi Baru: ASN Muda Siap Wujudkan Indonesia Berintegritas
Melalui TAMASYA, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak dini—dimulai dari lingkungan kerja yang mendukung peran keluarga.
Artikel Terkait
Kolaborasi Strategis Kementerian Desa dan Ustadz Adi Hidayat Dorong Lahirnya Desa Tematik Mandiri
Menyemai Harapan di Bumi Buol: Kunjungan Edukatif yang Bangkitkan Semangat Generasi Muda
Desa Cerdas, Indonesia Berkembang: Festival Bangun Desa 2025 Dorong Aksi Nyata Masyarakat Lokal
Pemilu Presiden Korsel Digelar di Tengah Luka Pascamartial Law, Rakyat Siap Tentukan Arah Baru Bangsa
Saham Asia Bangkit Perlahan, Dolar Tersandung Isu Tarif dan Utang AS
JMSI Sulteng Kecam Ucapan Pelecehan Wartawan Oleh Kadis Pendidikan Sigi
948 Pahlawan Birokrasi Baru: ASN Muda Siap Wujudkan Indonesia Berintegritas
Harvard Gugat Pemerintah AS, Desak Pencairan Dana Riset Nasional yang Dibekukan
Breaking News: Longsor Terjadi di Tambang Poboya, Satu Orang Tewas dan Satu Luka-Luka
Pemkot Palu Matangkan Persiapan Verifikasi Kota Layak Anak 2025