Industri Asuransi Nasional Tertekan, Dampak Turbulensi Global Diprediksi Berlanjut

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Minggu, 18 Mei 2025 | 11:01 WIB
Ilustrasi data report terkait fluktuasi pada asuransi umum.  (Foto : Unsplash.com/@StephenDawson)
Ilustrasi data report terkait fluktuasi pada asuransi umum. (Foto : Unsplash.com/@StephenDawson)

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Industri asuransi umum di Indonesia tengah menghadapi tekanan berat sepanjang 2024 akibat turbulensi di sektor asuransi global.

Dampak signifikan dari fluktuasi pasar dan bencana alam berskala internasional turut mengguncang stabilitas perusahaan asuransi di Tanah Air.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, mengungkapkan bahwa tekanan yang berasal dari bencana alam global memaksa banyak perusahaan asuransi mengubah strategi investasi mereka.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Tak Gentar Berantas Korupsi: Saya Hanya Ingin Tinggalkan Nama Baik

Hal itu tak lepas dari tingginya beban klaim yang harus ditanggung.

“Premi menjadi lebih mahal dan risiko meningkat. Hal ini tentu berdampak langsung pada industri asuransi di Indonesia,” ujar Budi kepada media, Sabtu (18/5/2025).

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada hasil underwriting yang melemah, serta meningkatnya kebutuhan cadangan premi dan cadangan klaim.

Imbasnya, profitabilitas perusahaan asuransi ikut tergerus.

Baca Juga: Gaji Rp15 Juta Bisa Jadi Tolak Ukur Negara Maju, Menkes Soroti Peran Gaya Hidup Sehat

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, laba setelah pajak industri asuransi umum yang sebelumnya tercatat Rp7,80 triliun pada 2023, kini merosot drastis menjadi rugi Rp10,14 triliun pada 2024. Penurunan ini setara dengan minus 197,8 persen secara tahunan.

Sementara itu, laporan dari perusahaan reasuransi global Swiss Re mengungkapkan bahwa kerugian akibat bencana alam di pasar asuransi global telah mencapai US$137 miliar atau setara Rp2.219 triliun sepanjang 2024.

Angka ini melanjutkan tren peningkatan tahunan sebesar 5% hingga 7% selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Koordinat Harun Masiku Sudah Diketahui, Tapi KPK Belum Bertindak: Ada Apa?

Swiss Re memproyeksikan bahwa tren kerugian ini masih akan berlanjut, dengan prediksi nilai klaim global pada 2025 mendekati US$145 miliar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X