Gaji Rp15 Juta Bisa Jadi Tolak Ukur Negara Maju, Menkes Soroti Peran Gaya Hidup Sehat

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Minggu, 18 Mei 2025 | 09:07 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) singgung masalah pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia.  (Foto : kemkes.go.id)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) singgung masalah pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia. (Foto : kemkes.go.id)

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa pendapatan masyarakat yang tinggi berkorelasi erat dengan tingkat kesehatan dan kecerdasan yang lebih baik, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam acara Double Check yang digelar di Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Mei 2025, Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa seseorang dengan penghasilan Rp15 juta per bulan umumnya memiliki kualitas hidup yang lebih unggul dibandingkan mereka yang hanya berpenghasilan Rp5 juta.

Baca Juga: Tak Ingin Banyak Sahabat Kecewa, Luna Maya Siap Gelar Resepsi Pernikahan di Jakarta Juli Mendatang

“Apa sih bedanya orang yang gajinya Rp15 juta sama Rp5 juta? Cuma dua, satu, pasti lebih sehat dan lebih pintar,” ujarnya di hadapan media.

Menurutnya, mustahil seseorang bisa meraih gaji besar jika tidak memiliki kesehatan dan kecerdasan yang memadai.

“Kalau dia enggak sehat dan enggak pintar, enggak mungkin gajinya Rp15 juta, pasti Rp5 juta,” tambahnya.

Budi menilai bahwa Indonesia belum bisa dikategorikan sebagai negara maju jika mayoritas warganya belum mampu mencapai pendapatan minimal Rp15 juta per bulan.

Baca Juga: Negosiasi Damai Rusia–Ukraina Kembali Buntu, Tuntutan Moskwa Dianggap Tak Masuk Akal

Tantangan terbesar, lanjutnya, adalah bagaimana menaikkan standar penghasilan rakyat dalam dua dekade mendatang.

“Kalau masih banyak yang minimal Rp15 juta, itu artinya belum negara maju. Sekarang tantangannya gimana kita naikan dari Rp5 juta ke Rp15 juta di 2045,” tegasnya.

Lebih jauh, Budi menjelaskan bahwa peran Kementerian Kesehatan bukan hanya menangani orang sakit, melainkan mencegah masyarakat jatuh sakit melalui promosi gaya hidup sehat.

“Tugas Menteri Kesehatan adalah menjaga jangan sampai sakit, menjaga tetap sehat. Itu sebabnya namanya Menteri Kesehatan, bukan Menteri Kesakitan,” katanya.

Baca Juga: Baru Nikah, Luna Maya Ungkap Maxime Bouttier Masih Adaptasi: Barang-Barangnya Saja Belum Kelar Dirapihin!

Menkes juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat mengenai gaya hidup, termasuk menjaga lingkar perut sebagai indikator kesehatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X