Mimpi Indah yang Berujung Luka: Fakta Mengejutkan di Balik PMI yang Tak Banyak Diketahui

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 16 Mei 2025 | 19:55 WIB
Berangkat ke negeri asing demi mimpi dan masa depan yang lebih cerah menjadi harapan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI).  (Instagram komenkopmri)
Berangkat ke negeri asing demi mimpi dan masa depan yang lebih cerah menjadi harapan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI). (Instagram komenkopmri)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Berangkat ke negeri asing demi mimpi dan masa depan yang lebih cerah menjadi harapan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Namun, siapa sangka, banyak dari mereka justru pulang dengan luka dan trauma akibat ketidaktahuan akan hak dan perlindungan yang semestinya mereka dapatkan.

Fakta mengejutkan ini membuka mata kita bahwa mimpi itu bisa berubah menjadi mimpi buruk bila tidak dibekali pengetahuan yang cukup.

Dalam banyak kasus, PMI menjadi korban perdagangan orang, eksploitasi kerja, bahkan kekerasan fisik dan psikis.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Buka Lowongan? Ternyata Ini Fakta Mengejutkannya

Hal ini seringkali terjadi bukan karena lemahnya hukum, namun karena minimnya informasi yang diterima oleh para calon pekerja sebelum berangkat ke luar negeri.

Padahal, negara telah menyediakan perlindungan hukum dan mekanisme yang jelas untuk menjamin keselamatan serta hak-hak PMI di negara tujuan.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui akun resmi @kemenkopmri menyuarakan pentingnya edukasi dan pemberdayaan bagi para PMI.

Baca Juga: Misteri Merah Putih di Balik Musdesus: Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Desa

Kampanye ini menyoroti perlunya dorongan terhadap peningkatan skill serta pemahaman mendalam mengenai hak-hak PMI agar mereka bisa bekerja dengan aman, bermartabat, dan berdaya.

Menguatkan hal tersebut, data dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat bahwa sepanjang tahun lalu, lebih dari 3.000 PMI menjadi korban perdagangan orang karena diberangkatkan secara non-prosedural.

Banyak dari mereka tidak tahu ke mana harus melapor atau bagaimana memperjuangkan haknya ketika menghadapi masalah.

Baca Juga: Misi Merah Putih: Bergerak Cepat Bentuk Koperasi Desa Demi Kemandirian Ekonomi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X