METROSELEBES.COM - Jeruk bali atau grapefruit, Yang biasa juga dikenal dengan jeruk pamelo, buah sitrus yang pernah merajai dunia diet Hollywood sejak tahun 1930-an, kembali menarik perhatian setelah seorang dokter keluarga bersertifikat gizi nasional mengungkap efek mengonsumsinya setiap pagi selama tujuh hari berturut-turut.
Dalam eksperimennya, sang dokter mengonsumsi setengah hingga satu jeruk bali merah setiap pagi tanpa tambahan gula.
Awalnya, rasanya menyegarkan dan menjadi pengganti sarapan yang ringan.
Namun, seiring waktu, keasaman jeruk bali mulai terasa mengganggu, menandakan pentingnya variasi dalam konsumsi buah.
Baca Juga: Alpukat Ternyata Bukan Sekadar Buah: Fakta Mengejutkan di Balik Daging Lembutnya
Kaya Nutrisi, Efektif Cegah Lapar
Dari sisi gizi, jeruk bali mengandung vitamin C, A, serat, air, kalium, dan antioksidan kuat seperti likopen serta flavonoid. Dalam satu porsi, Anda sudah mendapatkan sekitar 50% kebutuhan harian vitamin C, yang penting untuk daya tahan tubuh dan kesehatan kulit.
Efek paling menonjol dari kebiasaan pagi ini adalah pengendalian nafsu makan. Kandungan air dan serat membuat perut cepat kenyang. Penelitian dari Journal of Medicinal Food membuktikan bahwa peserta yang makan jeruk bali sebelum makan mengalami penurunan berat badan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Konsep ini dikenal sebagai “preload,” yakni konsumsi makanan rendah kalori tapi tinggi volume sebelum makan utama.
Baca Juga: Rasanya Manis, Khasiatnya Fantastis! Ini Rahasia Sehat di Balik Nanas dan Nastar
Wajah Lebih Cerah dan Terhidrasi
Tidak hanya dari dalam, manfaat jeruk bali juga terasa pada kulit. Setelah seminggu konsumsi rutin, sang dokter melihat perbedaan pada kulitnya yang tampak lebih cerah dan lembap. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari jurnal Nutrients, yang menyebutkan vitamin C berperan penting dalam produksi kolagen dan mencerahkan kulit.
Bahaya Tersembunyi: Jangan Abaikan Interaksi Obat
Meski menjanjikan, konsumsi jeruk bali tidak cocok untuk semua orang. Menurut FDA (Badan Obat dan Makanan AS), jeruk bali bisa menghambat enzim CYP3A4 yang membantu memetabolisme banyak obat. Akibatnya, kadar obat dalam darah bisa naik drastis dan menyebabkan efek samping serius. Obat yang dapat terpengaruh antara lain:
Simvastatin dan atorvastatin (obat kolesterol),
Artikel Terkait
Serangan Halus Tapi Mematikan! Ini Dia 5 Hama Cabai Paling Ditakuti Petani, Nomor 3 Bikin Panen Gagal Total
Erwin Burase dan Abdul Sahid resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024
Jelang Negosiasi Genting, Trump Guncang China dengan Usulan Tarif Baru
Hasan Nasbi: Perang Antarnegara Ganggu Ekonomi Global, Indonesia Juga Terdampak
Libur Panjang Waisak 2025? Ini 5 Destinasi Wisata Bertema Buddha yang Wajib Dikunjungi
Masih Puasa Gelar: Berikut 7 Klub Besar Eropa yang Belum Pernah Angkat Trofi Liga Champions
Alpukat Ternyata Bukan Sekadar Buah: Fakta Mengejutkan di Balik Daging Lembutnya
Trump Tawarkan Diri Jadi Penengah Sengketa Kashmir, India Belum Memberi Jawaban
Reset Ekonomi Global? AS dan Tiongkok Bahas Akhir Perang Dagang
Pusat Komando Haji Dibuka! Ini Nomor Rahasia yang Siap 24 Jam Bantu Jamaah Indonesia