METRO SELEBES.COM - Selama pelaksanaan ibadah haji, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah telah melayani sebanyak 2.771 jemaah haji dengan berbagai kondisi kesehatan, baik melalui rawat jalan maupun rawat inap.
Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, menyatakan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 1.308 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Meskipun telah menutup layanan operasionalnya, KKHI masih menyiagakan ruang IGD sebagai tempat transit bagi pasien setelah menjalani perawatan di RSAS hingga 23 Juli 2024," ujar Widi dalam keterangan resmi Kementerian Agama yang mengutip laman sehatnegeriku.kemkes.go.id pada Sabtu (20/7/2024).
Selain itu, KKHI Makkah telah menyiapkan tim advance untuk menjalankan program visitasi bagi jemaah haji yang masih dirawat di RSAS hingga tanggal yang sama. "Pemantauan dan visitasi jemaah yang masih dirawat di RSAS akan terus dilakukan sampai semua petugas kembali ke Tanah Air," lanjutnya.
Widi menambahkan bahwa jika masih ada jemaah yang dirawat di RSAS sampai semua petugas kesehatan kembali ke Indonesia, hal tersebut akan dilaporkan kepada Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah dan selanjutnya diserahterimakan kepada KJRI di Jeddah untuk melakukan pemantauan lebih lanjut. "Semua jemaah haji yang masih dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia hingga jemaah dapat kembali ke Indonesia," tuturnya.
Selama periode ini, KKHI Makkah juga telah melakukan evakuasi dan Tanazul bagi 164 jemaah. Sebanyak 12 jemaah dievakuasi ke Bandara Jeddah, 4 jemaah ke Bandara Madinah, dan 77 jemaah dievakuasi ke KKHI Madinah. Selain itu, ada tiga jemaah di Tanazul akhir dan 68 jemaah di Tanazul awal.
Baca Juga: Seleksi CASN 2024: Pemerintah Fokus Pada Talenta Digital di Ibu Kota Nusantara
Widi juga menjelaskan bahwa operasional pelayanan kesehatan di 11 sektor oleh Tim Emergency Medical Sector (TEMS) dan pelayanan kesehatan di kelompok terbang (kloter) oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) telah berakhir.
"Pelayanan kesehatan di sektor telah melakukan deteksi dini kepada 30.751 jemaah, emergency response terhadap 1.013 jemaah, dan melakukan rujukan ke KKHI Makkah sebanyak 178 pasien," ungkapnya.
Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang terdiri dari 550 dokter dan 1.093 perawat telah memberikan pelayanan kesehatan di kloter kepada 132.946 jemaah, merujuk 35 jemaah ke klinik sektor, 461 jemaah ke KKHI Makkah, dan 398 jemaah ke RSAS.
Dengan demikian, KKHI Makkah telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada jemaah haji, memastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik selama menjalankan ibadah haji.***
Artikel Terkait
Tes CPNS dan PPPK Akan Digelar Agustus Mendatang, Tenaga Honorer Diberikan Prioritas
BKN Umumkan Kriteria Pengangkatan Tenaga Non-ASN Menjadi ASN PPPK 2024
Kebijakan Pemerintah 2024: Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi PPPK Berdasarkan UU ASN 2023
Seleksi CASN 2024: Pemerintah Fokus Pada Talenta Digital di Ibu Kota Nusantara
Sosialisasi Pembinaan Disiplin Positif dan Penyuluhan Kebhinekaan: Kolaborasi SMP Negeri 3 Mutiara dengan Binmas Polres Pidie