METRO SELEBES.COM- Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, tampil sebagai salah satu pembicara utama dalam sidang Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) yang diadakan di Jenewa, Swiss.
Kehadiran Sandiaga Uno dalam forum internasional ini bertujuan untuk mempromosikan kekayaan intelektual Indonesia.
Sandiaga Uno juga mempromosikan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global dalam bidang hak kekayaan intelektual.
Baca Juga: UU ASN No 20 Tahun 2023: PPPK Harus Menerima Diputus Kontrak Kerja Ketika Dalam Situasi Begini…..
"Kekayaan intelektual di Indonesia sangat berkaitan dengan tradisi dan budaya setempat. Karena hampir seluruh kekayaan intelektual di Indonesia menyisipkan unsur-unsur kebudayaan lokal," kata Sandiaga.
Kekayaan intelektual ini, lanjut Sandiaga, banyak diasimilasikan dengan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang beraneka ragam.
Menparekraf Sandiaga menyampaikan, pihaknya senantiasa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga agar tradisi dan budaya setempat tidak tergerus perkembangan zaman.
"Tidak hanya sebagai sumber inspirasi, tradisi dan budaya Indonesia yang beragam juga merupakan daya tarik utama dari pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sehingga kami senantiasa menjaga agar tradisi dan budaya yang kaya ini tidak terkikis oleh zaman," katanya.
Baca Juga: Penegasan Jokowi: Tidak Ada Rencana Pembatasan Pembelian BBM Subsidi
Dalam pidatonya, Sandiaga Uno menekankan pentingnya kekayaan intelektual sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi kreatif.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya dan kreativitas yang luar biasa, yang dapat diolah menjadi aset intelektual bernilai tinggi.
Sandiaga menyebutkan berbagai contoh sukses dari industri kreatif Indonesia, seperti film, musik, fashion, dan kuliner yang telah mendapatkan pengakuan internasional.
Sandiaga Uno juga memaparkan berbagai inisiatif dan kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah Indonesia untuk mendukung perkembangan kekayaan intelektual.
Baca Juga: Makna Untuk Berpuasa pada 10 Muharram dalam Sejarah dan Ajaran Islam
Artikel Terkait
Penerbangan Jemaah Haji Terhambat, Garuda Indonesia Alami Penundaan Lagi
Makna Untuk Berpuasa pada 10 Muharram dalam Sejarah dan Ajaran Islam
Toyota Rush Hybrid 2024: Gebrakan Baru SUV Ramah Lingkungan
Penegasan Jokowi: Tidak Ada Rencana Pembatasan Pembelian BBM Subsidi
UU ASN No 20 Tahun 2023: PPPK Harus Menerima Diputus Kontrak Kerja Ketika Dalam Situasi Begini…..