METROSELEBES.COM - Ambergis atau muntahan paus secara harfiah, ambergris adalah gabungan dari dua kata dalam bahasa latin yaitu ambra dan grisea.
Atau batu ambar berwarna abu-abu. Jika dilihat dari tampilannya, muntahan paus atau ambergis memang berwarna abu-abu kehitaman.
Seiring berjalannya waktu, muntahan yang encer akan mengalami proses kimia setelah terkena air laut yang membuat bentuknya jadi solid seperti batu.
Muntahan paus adalah benda yang memiliki sifat seperti lilin dan memiliki harga yang sangat mahal di pasaran hususnya di negara-negara teluk.
Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya harga ambergris adalah keberadaannya yang sulit ditemukan.
Ambergris berasal dari usus atau sistem pencernaan paus sperma yang dikeluarkan melalui mulutnya.
Baca Juga: Permalukan Persebaya, PSM Makassar Sapu Bersih Pertandingan di Bulan Februari
Ambergris terbentuk dari bagian hewan yang keras, seperti paruh cumi-cumi dan zat cairan empedu yang mengikatnya.
Lama-kelamaan campuran untuk itu terus terbentuk di dalam pencernaan paus selama bertahun-tahun sebelum dikeluarkan.
Ilmuwan yang berpendapat bahwa ambergris di perut paus bisa membuat usus besar paus terus membesar lima kali lipat dan menyebabkan kematian.
Muntahan paus atau ambergis keluar dari perut paus dalam bentuk bongkahan besar dan kemudian mengapung di lautan.
Baca Juga: Turnamen Futsal Pelajar AFK Palopo 2023 Kick Off Maret, Pesertanya Luwu Raya dan Toraja
Ketika mengapung di lautan dan terkena sinar matahari, ambergris yang mirip kotoran paus berubah mengeras menjadi seperti batu.
Artikel Terkait
Pak Seklur Digrebek Istri dan Anak Selingkuhannya, Begini Penjelasan Polisi
Klasemen Liga 1 Rabu 22 Februari: Persija Geser Persib, Bali United Tembus 4 Besar
Tumbang 2-5 di Anfield, Van Dijk: Liverpool Butuh Keajaiban
Diduga Bekingi Pelaku Narkoba, Oknum Anggota Polres Toraja Utara Ditahan di Tempat Khusus
Terungkap! Oknum Polisi Berinisial G Bekingi Pelaku Narkoba di Toraja