Inti berita:
• Kondisi YTR, korban penyekapan di Bandung, berangsur membaik dan kini mulai bisa berbicara serta duduk.
• Tim dokter RSHS masih memprioritaskan pemulihan fisik, gizi, dan psikis sebelum menjalankan operasi lanjutan, sementara proses hukum terhadap tersangka tetap berjalan.
METROSELEBES.com, BANDUNG – Secercah harapan mulai terlihat dari ruang perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah menjadi korban penyekapan dan penganiayaan berat yang menyita perhatian publik, kondisi YTR perlahan menunjukkan perkembangan positif meski proses pemulihannya masih panjang.
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung, dr. Fitra Hergyana, mengungkapkan luka-luka korban mulai membaik. Menurutnya, YTR kini sudah dapat berbicara secara terbatas, mampu duduk, serta mulai mengonsumsi makanan sebagai bagian dari pemulihan kondisi fisik dan mental. "Lukanya saat ini memang sudah perbaikan, keadaan psikisnya juga yang bersangkutan sudah bisa mengobrol, sudah bisa makan, dan juga sudah bisa duduk," ujarnya kepada wartawan.
Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan operasi lanjutan belum dapat dilakukan. Tim medis masih memprioritaskan pemulihan kondisi umum, termasuk memperbaiki status gizi dan kesehatan psikis korban sebelum menentukan langkah medis berikutnya.
Baca juga: Gudang Kontainer di Tengah Kota Makassar Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Kemacetan Akibat Truk Trailer
Untuk mempercepat proses penyembuhan, RSHS membentuk tim dokter multidisiplin yang melibatkan spesialis bedah plastik, dokter mata, ahli gizi, serta sejumlah tenaga medis lainnya. Pendekatan tersebut dilakukan agar seluruh kebutuhan medis korban dapat ditangani secara menyeluruh sesuai perkembangan kondisinya.
Selain pemantauan intensif, tindakan yang telah dilakukan sejauh ini berupa debridement atau pembersihan luka. Menurut dr. Fitra, operasi baru akan dipertimbangkan setelah kondisi korban benar-benar stabil, sementara kemampuan berkomunikasi YTR juga masih terus dipantau karena masih dalam tahap pemulihan.
Kasus yang menimpa YTR sebelumnya mengundang perhatian nasional setelah terungkap dugaan penyekapan dan penganiayaan selama sekitar tiga tahun di sebuah rumah kos di Bandung. Korban ditemukan dengan sejumlah luka berat di bagian kepala, wajah, dan tubuh, sedangkan terduga pelaku, Taufik Hidayat, telah ditetapkan sebagai tersangka dan berhasil ditangkap aparat setelah sempat masuk daftar pencarian orang (DPO).
Di tengah proses hukum yang berjalan, pemerintah turut memberi perhatian terhadap kondisi korban. Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman, telah menyampaikan keprihatinan saat menjenguk YTR di RSHS serta berharap penanganan medis berjalan optimal dan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.(*)
(Man/Ade)
Artikel Terkait
Gudang Kontainer di Tengah Kota Makassar Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Kemacetan Akibat Truk Trailer
Datangi Kejati Sulsel, FORMAK Luwu Timur Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi dan Tolak WTP Jadi Tameng
Jejak Kasus Dokter Icha: Dugaan Intimidasi saat Bertugas Berujung Duka, Kematian Dokter IGD Jadi Sorotan
Prabowo di Hadapan 2.600 Akademisi: Elite Harus Bersatu, Jangan Terjebak Gaduh Politik yang Hambat Kemajuan Bangsa
Bareskrim Tetapkan 287 WNA Tersangka Kasus Judi Online Hayam Wuruk, Nilai Deposit Capai Rp13,9 Triliun