Terlepas dari potensi beban tersebut, pasar pembiayaan mobil Inggris tetap tumbuh. Data Asosiasi Pembiayaan & Leasing menunjukkan 80% mobil baru yang terjual ke konsumen dalam 12 bulan hingga April dibeli dengan skema pembiayaan. Nilai bisnis baru naik 6% pada semester pertama 2025, sehingga total kontrak aktif mencapai sekitar 86 miliar pound.
Dengan prospek pasar yang besar, para pengamat menilai bank-bank besar, dana ekuitas swasta, maupun dana kredit swasta bisa menjadi pemain utama dalam konsolidasi ini. Perbankan Inggris sendiri telah mengalami gelombang akuisisi, termasuk langkah Santander UK mengakuisisi TSB baru-baru ini.
Baca Juga: Pendidikan Bermutu Jadi Prioritas Utama RAPBN 2026, Pemerintah Gelontorkan Rp757,8 Triliun
Analis Moody’s memprediksi fokus akan beralih ke pemberi pinjaman khusus seperti Aldermore dan Close Brothers, yang juga menjadi penggugat utama hingga akhirnya Mahkamah Agung mengeluarkan putusan pada 1 Agustus lalu. Saham Close Brothers bahkan melonjak 25% sejak putusan tersebut.
Namun, sebagian pelaku pasar tetap menunggu kepastian penuh terkait biaya kompensasi. “Close Brothers adalah bisnis bagus, tapi para bankir tidak akan menyentuhnya sampai isu pembiayaan mobil benar-benar selesai,” ujar analis RBC Capital Markets, Benjamin Toms.
Sementara itu, FirstRand—pemilik Aldermore asal Afrika Selatan—menegaskan tidak berencana menjual unitnya, dan putusan ini tidak akan mengubah strategi perusahaan.