internasional

Trump Serang Elon Musk: Partai Baru ‘Konyol’, Penunjukan NASA Bermasalah, dan Ancaman Cabut Kontrak Tesla

Senin, 7 Juli 2025 | 09:14 WIB
CEO Tesla dan pemilik X, Elon Musk, mendengarkan saat Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara dalam sebuah pertemuan dengan anggota Partai Republik di DPR yang berlangsung di hotel Hyatt Regency di Washington, DC, AS. Source FOTO: REUTERS

Penunjukan Kepala NASA Dipertanyakan

 

Trump juga mengungkit kembali keputusannya yang sempat menunjuk Jared Isaacman—seorang miliarder sekaligus astronot swasta dan teman dekat Musk—sebagai kepala NASA. Penunjukan tersebut telah ditarik kembali tanpa alasan jelas pada 31 Mei, sebelum Isaacman menjalani proses konfirmasi di Senat.

 

Kini, Trump mengonfirmasi bahwa ia merasa Isaacman tidak pantas memimpin NASA mengingat hubungan dekatnya dengan Musk dan latar belakang bisnis luar angkasa mereka. “Saya rasa tidak pantas jika teman dekat Elon yang juga di bisnis antariksa memimpin NASA, yang notabene menjadi bagian besar dari bisnis Elon. Tugas utama saya adalah melindungi rakyat Amerika,” tulis Trump di Truth Social.

Baca Juga: China Balas Larangan Uni Eropa dengan Pembatasan Impor Alat Medis Bernilai Tinggi

Investor Khawatir, ETF Tesla Ditunda

 

Pengumuman partai baru Musk juga memicu reaksi cepat dari dunia keuangan. Azoria Partners, perusahaan investasi yang hendak meluncurkan dana ETF bertema Tesla, mengumumkan penundaan peluncurannya. CEO Azoria, James Fishback, menyatakan bahwa langkah politik Musk menimbulkan konflik dengan tanggung jawab penuhnya sebagai CEO Tesla.

Baca Juga: Persaingan Ketat Mobil Listrik China Guncang Thailand, Neta Terpuruk dan Produksi Lokal Terancam

“Saya mendorong dewan Tesla untuk segera bertemu dan meminta Elon menjelaskan ambisi politiknya, serta menilai apakah hal itu sesuai dengan komitmennya sebagai CEO,” ujar Fishback dalam unggahan di X, sambil menyatakan dukungannya terhadap Trump.

 

Ketegangan ini menandai babak baru dalam hubungan rumit antara dua tokoh besar AS yang pernah saling mendukung, namun kini berselisih tajam menjelang pemilu 2026.

Halaman:

Tags

Terkini