Di sisi perdagangan, Presiden Trump mengungkapkan optimisme akan tercapainya kesepakatan dagang dengan India yang dapat membantu perusahaan-perusahaan AS bersaing di pasar India, sekaligus menurunkan tarif bagi New Delhi. Namun, Trump tampak pesimistis mengenai peluang kesepakatan serupa dengan Jepang sebelum tenggat waktu 9 Juli, yang dapat memicu kenaikan tarif tambahan.
Jaishankar mengatakan bahwa penyelesaian perundingan dagang dengan AS memerlukan kompromi dari kedua belah pihak.
Usai pertemuan Quad, Jaishankar melanjutkan kunjungan ke Pentagon dan bertemu Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Keduanya membahas upaya memperkuat integrasi pertahanan, termasuk mempercepat penjualan senjata utama dan memperluas kerja sama industri pertahanan antara kedua negara.
Namun, tidak semua isu berjalan mulus. India kembali menegaskan ketidaksepakatannya atas klaim Presiden Trump bahwa ancaman dan campur tangannya mencegah konflik besar dengan Pakistan setelah serangan di Kashmir yang menewaskan 26 orang pada April lalu. Jaishankar menegaskan bahwa gencatan senjata yang dicapai pada 10 Mei bukan karena tekanan eksternal, melainkan hasil diplomasi bilateral India-Pakistan.
Dalam pernyataan bersama, negara-negara Quad juga mengutuk serangan 22 April tersebut dan menyatakan solidaritas terhadap India. Pakistan sendiri membantah terlibat dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Wali Kota Palu Dukung Kemandirian Difabel, Siapkan Bantuan Modal Hingga Ruang Usaha
Hubungan AS-Jepang pun menghadapi tekanan baru setelah Tokyo menunda pertemuan tahunan dengan Departemen Luar Negeri dan Pertahanan AS, diduga karena tekanan Washington untuk meningkatkan belanja pertahanan. Menurut laporan Financial Times, desakan tersebut berasal dari pejabat senior Pentagon, Elbridge Colby, yang juga memicu kekhawatiran di Australia lewat tinjauan ulang terhadap proyek AUKUS senilai miliaran dolar.
Analis Nicholas Szechenyi dari Center for Strategic and International Studies menyebut hubungan AS-Jepang kehilangan momentum sejak pertemuan puncak Februari antara Trump dan PM Jepang Shigeru Ishiba. “Negosiasi tarif menguras energi, dan Jepang tampak lelah dengan tekanan publik AS terkait belanja pertahanan,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Palu dan Rektor UIN Datokarama Bahas Kolaborasi Pendidikan dan Pengembangan UMKM
Dengan peluncuran inisiatif baru ini, Quad mencoba mengalihkan fokus kembali ke Indo-Pasifik sebagai kawasan strategis utama, terutama di tengah ketegangan global yang terus berkembang.