METROSELEBES.COM-Pemerintah Korea Utara mengecam keras proyek sistem pertahanan rudal terbaru Amerika Serikat yang diberi nama Golden Dome, dan menyebutnya sebagai “inisiatif berbahaya yang mengancam stabilitas global.” Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Utara melalui media resmi negara, KCNA, pada Selasa (27/05/2025).
Presiden AS Donald Trump sebelumnya, pada 20 Mei, mengumumkan bahwa ia telah memilih desain akhir untuk sistem pertahanan Golden Dome dan menunjuk pemimpin proyek ambisius senilai 175 miliar dolar AS itu. Sistem ini dirancang untuk menggunakan ratusan satelit yang mengorbit Bumi, lengkap dengan sensor canggih dan interceptor untuk menghancurkan rudal musuh segera setelah peluncuran dari negara-negara seperti China, Iran, Korea Utara, atau Rusia.
Baca Juga: Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia, Kluivert Enggan Remehkan China Meski Garuda Main di GBK
Menanggapi rencana tersebut, Institut Kajian Amerika dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan bahwa proyek Golden Dome adalah “produk khas dari kebijakan 'America First', puncak dari kesombongan, keangkuhan, dan tindakan sewenang-wenang AS.” Lebih lanjut, mereka menyebut proyek ini sebagai “skenario perang nuklir di luar angkasa.”
Tak hanya Korea Utara, China juga turut menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek ini. Pemerintah Beijing pekan lalu menyatakan “keprihatinan serius” atas pengembangan sistem tersebut dan menyerukan Washington untuk menghentikan rencana tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.
Golden Dome kini menjadi sorotan global, memicu ketegangan geopolitik baru di tengah upaya diplomatik yang sudah rapuh antara negara-negara besar. Proyek ini dinilai berpotensi memicu perlombaan senjata baru di luar angkasa dan meningkatkan risiko konflik militer berskala besar di masa depan.