internasional

Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk: Bantuan Terhambat, Enam Penjaga Tewas dalam Serangan Udara

Sabtu, 24 Mei 2025 | 21:15 WIB
Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah di Jabalia, di Jalur Gaza utara, pada 23 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

Baca Juga: China Janji Lindungi Mahasiswa di Luar Negeri Usai AS Batasi Akses ke Harvard

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan perlunya akses bantuan yang cepat, aman, dan berkelanjutan. "Tanpa itu, lebih banyak nyawa akan melayang dan dampaknya akan sangat dalam bagi seluruh populasi Gaza," ujarnya.

 

Sementara bantuan mulai mengalir secara terbatas, militer Israel terus melancarkan operasi darat dan udara yang intensif. Serangan semalam diklaim menghantam 75 target, termasuk gudang senjata dan peluncur roket. Layanan medis Palestina melaporkan sedikitnya 25 korban jiwa dalam serangan tersebut.

Baca Juga: Masa Depan Pirelli di Ujung Tanduk Tanpa Kesepakatan dengan Sinochem, CEO Peringatkan

Konflik ini bermula dari serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyandera 251 lainnya. Sejak itu, lebih dari 53.600 warga Palestina dilaporkan tewas, menurut otoritas kesehatan Gaza. Wilayah pesisir itu kini dalam kondisi nyaris hancur, dengan tanda-tanda malnutrisi parah semakin meluas.

Baca Juga: Dampak Kejut Kebijakan AS: Mahasiswa Tiongkok di Harvard Terancam Dipulangkan

Dengan bantuan yang masih jauh dari cukup dan kondisi keamanan yang memburuk, Gaza menghadapi krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modernnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini