CARACAS,METROSELEBES.COM-Tokoh oposisi Venezuela yang dikenal luas, Juan Pablo Guanipa, ditangkap oleh pihak berwenang atas tuduhan memimpin plot teroris, demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dalam siaran resmi pada Jumat. Guanipa merupakan sekutu dekat pemimpin oposisi Maria Corina Machado, yang juga tengah bersembunyi.
Penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari menjelang pemilu legislatif dan regional Venezuela yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. Cabello mengungkapkan bahwa sebanyak 70 orang, termasuk warga negara asing, telah ditahan terkait dugaan rencana serangan yang diklaim akan dilakukan selama proses pemilu berlangsung.
Selain dituduh memimpin plot terorisme, Guanipa juga dijerat dengan tuduhan pencucian uang dan penghasutan kebencian. Dalam video yang ditayangkan di televisi pemerintah, Guanipa terlihat mengenakan rompi antipeluru saat ditangkap oleh agen bersenjata bertopeng. “Dia pikir dirinya tak tersentuh, tak terlihat,” ujar Cabello dalam pernyataannya.
Baca Juga: Kabar Gembira, Diskon Listrik 50 Persen Kembali Digulirkan Mulai 5 Juni, Ini Sasarannya..!
Juan Pablo Guanipa, 60 tahun, merupakan seorang pengacara dan politisi senior yang telah lama berkecimpung di kancah politik Venezuela. Ia diketahui bersembunyi sejak pemilu presiden tahun lalu, di mana pemimpin oposisi Maria Corina Machado dilarang mencalonkan diri meskipun tetap populer di kalangan rakyat.
Machado dalam pernyataannya di media sosial X menyebut bahwa penangkapan Guanipa merupakan bagian dari gelombang represi terhadap oposisi. “Untuk Juan Pablo dan semua rekan kami yang ditahan: setiap detik hidup kami dipersembahkan untuk membebaskan kalian dan seluruh rakyat Venezuela,” tulisnya. Ia juga menyebut sedikitnya 50 aktivis politik, pembela hak asasi manusia, dan jurnalis turut menjadi korban penahanan.
Baca Juga: Pemkot Palu dan PT Srihapan Mega Persada Teken Kerja Sama Pengembangan Palu City Square
Sementara itu, kredibilitas pemilu presiden sebelumnya masih menjadi sorotan. Meskipun otoritas pemilu dan Mahkamah Agung Venezuela menyatakan Nicolás Maduro sebagai pemenang, mereka tidak memberikan rincian hasil pemilu hingga tingkat TPS. Sebaliknya, pihak oposisi mengklaim telah mengumpulkan data rinci yang menunjukkan bahwa kandidat mereka menang telak, dan pengamat internasional menyatakan pemilu tersebut tidak berlangsung secara demokratis.
Dalam catatan tambahan, saudara Guanipa, Pedro Guanipa, juga telah ditangkap pada bulan September lalu atas dugaan korupsi saat menjabat di kantor wali kota Maracaibo.