Lebih dari sekadar penghasil ekonomi, keberadaan camelid juga merupakan bagian dari kehidupan turun-temurun masyarakat adat seperti Aymara, Likan Antay, Quechua, dan Colla. Pengetahuan tentang pembiakan dan pemeliharaan hewan ini diwariskan dari generasi ke generasi.
“Mereka adalah hewan yang diberkati,” ungkap Evelyn Salas, seorang peternak alpaka dan llama asal Peru. “Mereka mencerminkan budaya kami, kehidupan kami, nenek moyang kami, akar kami—dan mereka tetap menjadi masa depan kami.”
Baca Juga: 264 Jemaah Calon Haji Nonprosedural Gagal Terbang, Imigrasi: Bentuk Perlindungan WNI
Dengan pengakuan internasional ini, FAO dan negara-negara Andes berharap camelid tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diberdayakan lebih lanjut sebagai simbol ketahanan, identitas, dan keseimbangan ekologis kawasan.