"Kita hampir sampai. Saya sangat optimistis kita akan menemukan titik keseimbangan yang tepat untuk meloloskan RUU ini," ujar Johnson.
Selanjutnya, RUU tersebut akan diuji dalam sidang Komite Aturan DPR pada Rabu pukul 01.00 ET, sesi yang juga digelar di luar waktu normal. Tujuannya adalah menyetujui amandemen terakhir sebelum RUU diajukan ke lantai DPR untuk pemungutan suara, kemungkinan pada Kamis.
Perpecahan Internal: Medicaid dan Pajak SALT
Namun, Partai Republik masih terpecah dalam isu-isu krusial seperti pemotongan program Medicaid dan batas potongan pajak SALT. Untuk menghindari veto dari Senat yang dikuasai Demokrat, mereka berencana menggunakan mekanisme legislatif khusus agar RUU dapat disahkan hanya dengan dukungan dari satu partai.
Demokrat mengecam RUU ini sebagai bentuk keberpihakan pada kalangan kaya, sambil memangkas layanan penting untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Versi terbaru RUU diperkirakan akan mengeluarkan 8,6 juta orang dari cakupan Medicaid, menurut Kantor Anggaran Kongres (CBO).
Beberapa anggota konservatif garis keras menuntut penghapusan penuh kredit pajak energi hijau serta pemangkasan lebih besar terhadap Medicaid, termasuk persyaratan kerja baru bagi penerima manfaat. Namun, faksi moderat dalam partai menolak langkah tersebut, dengan alasan dapat merugikan pemilih kelas pekerja dan petani—kelompok penting dalam pemilu paruh waktu 2026.
Isu pajak SALT juga memecah kubu Republik. Legislator dari negara bagian dengan beban pajak tinggi seperti New York dan California menuntut pelonggaran batas potongan pajak, demi menjaga dukungan dari konstituen mereka.
Dengan mayoritas tipis 220-213 di DPR, Partai Republik kini berpacu dengan waktu untuk menyatukan suara mereka sebelum libur Memorial Day pada 26 Mei. Nasib RUU pajak ini akan menjadi ujian penting bagi soliditas partai dan pengaruh Trump menjelang tahun pemilu.