Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Temui PM Paetongtarn di Thailand, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral
Omar Hernandez, 63 tahun, kepala FUDECI, menyuarakan keprihatinan yang sama. "Mungkin sebagian besar dari buaya ini akan mati besok atau lusa karena kelaparan masyarakat dan kurangnya kesadaran," katanya. Namun, ia menambahkan, "Kami keras kepala. Ini adalah cara kami menunda kepunahan, sesuatu yang masih bisa kami lakukan. Jika menunggu keadaan sempurna, itu tak akan pernah datang."
Perjuangan mereka bukan hanya soal ilmu pengetahuan, tapi juga tentang harapan — harapan bahwa satu spesies langka masih bisa selamat di tengah dunia yang berubah cepat.